Urgensi Menanamkan Pendidikan Gender serta Bahaya LGBTQ+ pada Anak Usia Dini

Main Article Content

Futri Zaharah

Abstract

Pendidikan sangat penting dalam kehidupan terutama pada pendidikan gender yang berdampak serta perlu untuk laki-laki dan perempuan memahaminya. Pendidikan gender/social gender, menciptakan perspektif yang membedakan derajat pria dan wanita. Tujuan penelitian untuk menghasilkan generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi baik dari segi agama, kebangsaan, dan negara. Metode yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif dan jenis penelitian kepustakaan. Penelitian dibidang LGBT ini membahas bagaimana lingkungan dan pendidikan mempengaruhi diskriminasi terhadap gender, dengan pemahaman yang mendalam pada analisis naratif dan tinjauan literatur yang menyeluruh terutama di bidang pendidikan dan perspektif sosial. Serta juga menyediakan layanan dukungan untuk siswa dan komunitas LGBTQ+, seperti konseling, bimbingan, dan advokasi sebagai bentuk gambaran tentang metodologi berupa sampel dan beberapa survei. Serta mencegah terjadinya bias gender dalam proses pembelajaran dan bidang pendidikan. Data histori membuktikan LGBTQ+ sudah ada sejak Mesir kuno. Oleh karena itu, pendidikan sekolah, lingkungan sekitar dan orang tua termasuk pemerintah semuanya berperan memberikan pembelajaran dalam mendidik dan mendukung apa yang diperlukan untuk mencegah ancaman LGBTQ+. Saat mengatasi tantangan yang dihadapi oleh anak-anak yang teridentifikasi sebagai LGBTQ+, penting bagi pendidik untuk menciptakan lingkungan yang aman dan memberikan pengajaran yang memadai tentang identitas seksual dan gender. Proses memahami dan mengkomunikasikan identitas gender merupakan bagian penting dalam tumbuh kembang anak pada usia dini yang menunjang keberhasilannya generasi selanjutnya.

Article Details

How to Cite
Futri. (2024). Urgensi Menanamkan Pendidikan Gender serta Bahaya LGBTQ+ pada Anak Usia Dini. Progressive of Cognitive and Ability, 3(1), 43–57. https://doi.org/10.56855/jpr.v3i1.859
Section
Articles
Author Biography

Futri Zaharah, Universitas Muhammadiyah Riau