Tokoh-Tokoh Tasawuf Islam dan Relevansinya bagi Dunia Modern: Ibnu Athaillah as-Sakandary, al-Muhasibi dan Abd. Qadir al-Jilani
Main Article Content
Abstract
Artikel ini menggambarkan tentang tiga tokoh tasawuf Islam yang krusial dalam penyucian jiwa, pembentukan karakter serta penghayatan spiritual kepada sang Pencipta, tasawuf sebagai warisan klasik dan juga memiliki peran yang signifikan dalam membangun peradaban Islam yang beretika dan beradab. Penelitian mengenai tiga tokoh sufi yang besar ini tidak hanya bersifat historis, tetapi juga memberikan kontribusi teoretis dan praktis untuk pengembangan Studi Islam kontemporer, terutama dalam aspek etika, pendidikan, dan peradaban Islam. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka (library research). Pengumpulan data dilakukan dari sumber-sumber literatur primer, termasuk karya-karya asli para tokoh seperti Al-Hikam oleh Ibnu Athaillah, Ar-Ria’yah li Huquqillah oleh Al-Muhasibi, dan Al-Ghunyah li Thalibi Thariq al-Haqq oleh Abdul Qadir al-Jilani. Selain itu, juga digunakan literatur sekunder yang mencakup buku, jurnal, dan hasil penelitian ilmiah yang berkaitan. Bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif biografi dan pemikiran tiga tokoh tasawuf Islam klasik: Ibnu Athaillah, Al-Muhasibi, dan Abdul Qadir al-Jilani. Menganalisis kontribusi pemikiran mereka terhadap perkembangan tasawuf dan spiritualitas Islam. Mengkaji relevansi ajaran mereka dalam konteks modernitas Islam dan pembentukan peradaban Islam yang berkeadaban (civilized Islam). Relevansi ketiga tokoh ini nyata dalam arah pendidikan Islam modern yang humanistik, transendental, dan berkarakter, yang mampu menyeimbangkan rasionalitas dengan spiritualitas, serta pengetahuan dengan nilai-nilai moral ilahiah. Kesimpulan artikel ini adalah bahwa konsep tazkiyah al-nafs berfungsi sebagai dasar filosofis dan teologis yang kuat dalam pembentukan karakter Islami. Meskipun ketiganya memiliki pendekatan yang berbeda, mereka semua menekankan signifikansi penyucian jiwa sebagai pusat dari transformasi individu dan masyarakat
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
References
Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and secularism. Kuala Lumpur: ISTAC.
Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the metaphysics of Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.
Al-Ghazali. (2004). Ihya’ ‘ulum al-din. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Jilani, A. Q. (2001). Al-ghunyah li talibi tariq al-haqq. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Muhasibi. (1999). Ar-ri‘ayah li huquq Allah. Cairo: Dar al-Salam.
Arberry, A. J. (1970). Sufism: An account of the mystics of Islam. London: Allen & Unwin.
Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Jakarta: Kencana.
Bruinessen, M. van. (1992). Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia. Bandung: Mizan.
Burhani, A. N. (2016). Muhammadiyah Berkemajuan: Pergeseran dari puritanisme ke kosmopolitanisme Islam. Bandung: Mizan.
Burhani, A. N. (2019). Islam, Muhammadiyah, dan politik kebangsaan. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
Burhani, A. N. (2020). The Muhammadiyah’s moderation stance in contemporary Indonesia. Journal of Indonesian Islam, 14(1), 1–28. https://doi.org/10.15642/JIIS.2020.14.1.1-28
Burhani, N. (2019). Islam dan pluralisme di Indonesia. Jakarta: Mizan.
Burhani, N. (2020). Muhammadiyah berkemajuan: Dinamika pemikiran dan praksis sosial. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
Burhani, N. (2021). Islam, kebangsaan, dan ruang publik di Indonesia. Studia Islamika, 28(2), 245–268.
Chittick, W. C. (2000). Sufism: A short introduction. Oxford: Oneworld.
Dhofier, Z. (2011). Tradisi pesantren: Studi pandangan hidup kyai dan visinya mengenai masa depan Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Federspiel, H. M. (2000). Islam and ideology in the emerging Indonesian state. Leiden: Brill.
Fromm, E. (1976). To have or to be? New York: Harper & Row.
Hallaq, W. B. (2009). An introduction to Islamic law. Cambridge: Cambridge University Press.
Hefner, R. W. (2011). Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Princeton: Princeton University Press.
Hefner, R. W. (2011). Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Princeton: Princeton University Press.
Hourani, G. F. (1985). Reason and tradition in Islamic ethics. Cambridge: Cambridge University Press.
Ibn ‘Ata’illah. (2005). Al-hikam al-‘Ata’iyyah. Cairo: Dar al-Ma‘arif.
Izutsu, T. (2002). Ethico-religious concepts in the Qur’an. Montreal: McGill University Press.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020). Moderasi beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat.
Kementerian Agama RI. (2020). Roadmap pengembangan madrasah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Knysh, A. (2000). Islamic mysticism: A short history. Leiden: Brill.
Knysh, A. (2017). Sufism: A new history of Islamic mysticism. Princeton: Princeton University Press.
Kuntowijoyo. (2006). Islam sebagai ilmu. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Lapidus, I. M. (2014). A history of Islamic societies (3rd ed.). Cambridge: Cambridge University Press.
Maarif, A. S. (2015). Islam dalam bingkai keindonesiaan dan kemanusiaan. Bandung: Mizan.
Mahfud, C. (2019). Pendidikan Islam dan kebijakan publik. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 245–260. https://doi.org/10.14421/jpi.2019.82.245-260
Muhaimin. (2012). Paradigma pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nakamura, M. (2012). The crescent arises over the banyan tree. Singapore: ISEAS.
Nashir, H. (2010). Muhammadiyah gerakan pembaruan. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
Nasr, S. H. (1989). Knowledge and the sacred. Albany: SUNY Press.
Nasr, S. H. (1997). Islamic spirituality: Foundations. London: Routledge.
Nasr, S. H. (2002). The heart of Islam. New York: HarperCollins.
Nata, A. (2014). Manajemen pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.
Rahman, F. (1982). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. Chicago: University of Chicago Press.
Rahman, F. (1982). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. Chicago: University of Chicago Press.
Sardar, Z. (2015). Rebuilding Muslim civilisation. London: C. Hurst & Co.
Sirozi, M. (2018). Islamic education policy in Indonesia. Al-Jami’ah, 56(2), 345–370. https://doi.org/10.14421/ajis.2018.562.345-370
Suyatno. (2020). Moderasi beragama dalam pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 17(1), 1–14. https://doi.org/10.14421/jpai.2020.171.1-14
Tilaar, H. A. R. (2012). Kebijakan pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Zamroni. (2013). Reformasi pendidikan. Yogyakarta: Ombak.