The Influence of Socio-economy and Local Food Diversity on Stunting in Toddlers

Main Article Content

Husnul Khotimah
Santi Sundary Lintang
Fadhila Azkiya

Abstract

Objective: Stunting is still a big challenge faced by this nation even in the world even though it can actually be prevented. This study aims to determine the socio-economic relationship (mother's education, father's education, family income) to the incidence of stunting and to find out the phenomenon of providing local food diversity to toddlers with stunting.


Methods: The research design is a mixed method. The quantitative design used in this study is a cross-sectional approach, while the qualitative design uses an intrinsic case study design. The sample in this study was 100 toddlers. The sampling technique was purposive sampling. Data analysis in quantitative using chi square. Qualitative study using the study of phenomena with in-depth interviews.


Results: There was a significant relationship between mother's education (p=0.003) and father's education (p=0.045) and the incidence of stunting in toddlers, but there was no significant relationship between family income (p=0.678) and the incidence of stunting in toddlers. All respondents did not know how to process local wisdom-based food ingredients into nutrient-rich foods and did not provide a variety of foods to their children, and did not pay attention to the balanced nutritional content that was right for their children.


Conclusion: There is a need for structured and continuous education to increase public knowledge about stunting and how to provide a variety of foods.

Article Details

How to Cite
Khotimah, H., Lintang, S. S., & Azkiya, F. (2023). The Influence of Socio-economy and Local Food Diversity on Stunting in Toddlers. Consilium Sanitatis: Journal of Health Science and Policy, 1(3), 147–160. https://doi.org/10.56855/jhsp.v1i3.524
Section
Articles

References

Sandjojo EP. Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting. Kementeri Desa, Pembang Drh Tertinggal, dan Transm. Published online 2017.

Fanzo J, Hawkes C, Udomkesmalee E, et al. 2018 Global Nutrition Report: Shining a light to spur action on nutrition. Published online 2018.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Published online 2018.

Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Profil Kesehatan Provinsi Banten tahun 2017. Published online 2017.

Annissa A, Suriani S, Yulia Y. Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kilasah Serang Banten Tahun 2018. J DUNIA KESMAS. 2019;8(1).

Apriluana G, Fikawati S. Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita (0-59 Bulan) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara. Media Penelit dan Pengemb Kesehat. 2018;28(4):247-256.

Fitriahadi E. Hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. J Kebidanan Dan Keperawatan Aisyiyah. 2018;14(1):15-24.

Maywita E. Faktor Risiko Penyebab Terjadinya Stunting Pada Balita Umur 12-59 Bulan Di Kelurahan Kampung Baru Kec. Lubuk Begalung Tahun 2015. J Ris Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan. 2018;3(1):56-65.

Mugianti S, Mulyadi A, Anam AK, Najah ZL. Faktor penyebab anak stunting usia 25-60 bulan di Kecamatan Sukorejo kota Blitar. J Ners dan Kebidanan (Journal Ners Midwifery). 2018;5(3):268-278.

Rahmad AHAL, Miko A. Kajian stunting pada anak balita berdasarkan pola asuh dan pendapatan keluarga di Kota Banda Aceh. Kesmas Indones. 2016;8(2):63-79.

Dewi I, Adhi KT. Pengaruh konsumsi protein dan seng serta riwayat penyakit infeksi terhadap kejadian stunting pada anak balita umur 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Nusa Penida III. Arc Com Heal. 2016;3:36-46.

Kusmiran E. Kesehatan reproduksi remaja dan wanita. Jakarta Salemba Med. 2011;21.

Sulistianingsih A, Madi Yanti DA. Kurangnya Asupan Makan Sebagai Penyebab Kejadian Balita Pendek (Stunting). J Dunia Kesehat. 2016;5(1):77123.

Kemenkes RI. Survey Demografi Kesehatan Indonesia Tahun 2017.; 2017.

Ngaisyah RD. Hubungan sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada balita di Desa Kanigoro, Saptosari, Gunung Kidul. Med Respati J Ilm Kesehat. 2015;10(4).

Rachman, R. Y., Nanda, S. A., Larassasti, N. P. A., Rachsanzani, M., & Amalia R. Hubungan pendidikan orang tua terhadap risiko stunting pada balita: a systematic review. J Kesehat Tambusai. 2021;2(2):61-70.

Wahyuni D, Fitrayuna R. Pengaruh sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada balita di desa kualu tambang kampar. PREPOTIF J Kesehat Masy. 2020;4(1):20-26.

Saputri A, Usman U, Rusman ADP. Analisis Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Stunting Di Daerah Dataran Tinggi Kota Parepare. J Ilm Mns Dan Kesehat. 2022;5(1):503-510.

Prastia TN, Listyandini R. Keragaman Pangan Berhubungan dengan Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan. Hear J Kesehat Masy. 2020;8(1).

Moleong L. J. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya; 2016.

Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. CV Alfabeta; 2015.

Soekatri, M. Y. E., Sandjaja, S. dan Syauqy A. Stunting was associated with reported morbidity, parental education and socioeconomic status in 0.5–12-year-old Indonesian children. Int J Environ Res Public Health. 2020;17(17):1-9. doi:10.3390/ijerph17176204

Setiawan, E., Machmud, R. dan Masrul M. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. J Kesehat Andalas. 2018;7(2):275. doi:10.25077/jka.v7i2.813.

Scheffler C et al. Stunting as a synonym of social disadvantage and poor parental education. Int J Environ Res Public Health. 2021;18(3):1-13. doi:10.3390/ijerph18031350.

Nurmaliza, N. dan Herlina S. Hubungan Pengetahuan dan Pendidikan Ibu terhadap Status Gizi Balita. J Kesmas Asclepius. 2019;1(2):106-115. doi:10.31539/jka.v1i2.578

Yuliana W & Hakim BN. Darurat Stunting Dengan Melibatkan Keluarga. Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia; 2019.

Ressa A, Agus S PF. Identifying causal risk factors for stunting in children under fifive years of age in South Jakarta, Indonesia. Enfermería Clínica. 2019;29(2). doi:10.1016/j.enfcli.2019.04.093

Chowdhury, T. R., Chakrabarty, S., Rakib M, Afrin, S., Saltmarsh, S., & Winn S. Factors associated with stunting and wasting in children under 2 years in Bangladesh. Heliyon. 2020;6(9). doi:10.1016/j.heliyon.2020.e04 849

Munnawarroh F, Murni D, Susmiati S. Sosio Ekonomi Dan Skor Keragaman Makanan Terhadap Kejadian Stunting. LINK. 2022;18(1):29-36.

Utami NH MR. Keragaman Makanan dan Hubungannya dengan Status Gizi Balita : Analisis Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI). Gizi Indones. 2017;40(1):37-48.

Thobias IA, Djokosujono K. Keragaman Makan Minimum Sebagai Faktor Dominan Stunting Pada Anak Usia 6-23 Bulan Di Kabupaten Kupang. J Kesmas Dan Gizi. 2021;3(2):136-143.

Irwan I. Pemberian PMT Modifikasi Berbasis Kearifan Lokal Pada Balita Stunting dan Gizi Kurang. J Sibermas (Sinergi Pemberdaya Masyarakat). 2019;8(2):139-150.

Nelista Y, Fembi PN. Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan Berbahan Dasar Lokal Terhadap Perubahan Berat Badan Balita Gizi Kurang. PREPOTIF J Kesehat Masy. 2021;5(2):1228-1234.