Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar https://journals.eduped.org/index.php/jpsd <p>Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar merupakan jurnal nasional akses terbuka (<em>open-access</em>) dan ditelaah sejawat (<em>peer-reviewed</em>) yang didedikasikan untuk diseminasi artikel penelitian bermutu tinggi dan kajian ilmiah dalam bidang pendidikan sekolah dasar. Jurnal ini berfokus pada penelitian empiris dan kajian sistematis yang mengkaji intervensi pembelajaran di sekolah dasar serta dampaknya terhadap praktik pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.</p> <p>Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar diterbitkan empat kali dalam setahun (Maret, Juni, September, dan Desember) oleh Edupedia Publisher, dan pertama kali terbit pada bulan Desember 2022.</p> en-US teguh@unida.ac.id (Teguh Prasetyo) arifin1169@gmail.com (Zaenal Arifin) Sun, 07 Jun 2026 04:22:50 +0000 OJS 3.3.0.11 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pembelajaran Inklusif bagi Siswa tunawicara: Analisis Strategi dan Penilaian di Sekolah Dasar https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2022 <p><em>Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memberikan kesempatan belajar bagi setiap anak dalam mengembangkan potensinya, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Salah satu di antaranya adalah siswa tunawicara yang memiliki keterbatasan dalam kemampuan berbicara dan berkomunikasi secara verbal. Meskipun demikian, keterbatasan tersebut tidak menghilangkan hak mereka dalam mendapatkan pendidikan yang layak. Karena hak mereka telah diatur dalam kebijakan pemerintah mengenai pendidikan inklusif. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sekitar 64% siswa berkebutuhan khusus belum mendapatkan layanan pendidikan secara optimal, sehingga diperlukan perhatian lebih dalam implementasinya. Berdasarkan situasi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi startegi pembelajaran dan praktik penilaian dalam pembelajaran inklusif bagi siswa tunawicara di kelas I SDN Cijedil. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus guna meenggali pemahaman secara mendalam. Partisipasi dalam penelitian ini melibatkan seorang guru kelas I dengan perhatian khusus pada satu siswa tunawicara. Wawancara, observasi, dan dokumentasi dilakukan untuk pengumpulan data. Sementara itu, analisis data mengikuti tahapan yang dikemukakan Milles et al. (2020). Hasil temuan penelitian menunjukkan sekolah reguler masih menghadapi berbagai tantangan dalam pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus, khususnya siswa tunawicara dengan keterbatasan berbicara. Tantangan ini meliputi kurangnya dukungan khusus khusus dalam menerapkan pembelajaran inklusif serta keterbatasan sarana dan prasarana.Terlepas dari keterbatasan ini, guru menunjukkan upaya yang cukup besar dalam menciptakan lingkungan pembelajaran inklusif. Hal ini tercemin dalam adaptasi strategi pengajaran, seperti penggunaan media visual dan komunikasi nonverbal untuk mendukung pemahaman siswa. Selain itu, penilaian dilakukan secara fleksibel dan adil dengan mempertimbangkan penilaian akademik dan non-akademik.</em></p> Riska Pratiwi, Rusi Rusmiati Aliyyah, Hanrezi Dhania Hasnin Copyright (c) 2026 Riska Pratiwi, Rusi Rusmiati Aliyyah, Hanrezi Dhania Hasnin https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2022 Fri, 19 Jun 2026 00:00:00 +0000 Profesionalisme dan Kompetensi Guru di Era Digital: Upaya Mewujudkan Pembelajaran Efektif di Sekolah Dasar dengan Fasilitas Terbatas https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2035 <p><em>Era digital menuntut guru sekolah dasar untuk memiliki profesionalisme dan kompetensi yang adaptif terhadap perubahan teknologi, meski di tengah keterbatasan fasilitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya peningkatan profesionalisme dan kompetensi guru di sekolah dasar yang beroperasi dengan keterbatasan infrastruktur digital dalam rangka mewujudkan pembelajaran yang efektif. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan mengkaji artikel, jurnal, dan laporan kebijakan yang diterbitkan pada periode 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa profesionalisme guru tidak semata ditentukan oleh ketersediaan teknologi, melainkan oleh kemampuan guru dalam merancang pembelajaran inovatif, memanfaatkan sumber daya alternatif, serta membangun iklim kelas yang kondusif. Kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional tetap relevan dan perlu dikembangkan secara kontekstual. Berbagai strategi adaptif terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran meskipun fasilitas terbatas, seperti pemanfaatan teknologi sederhana, kolaborasi antar guru, serta penguatan literasi digital berbasis komunitas. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas bukan hambatan mutlak, melainkan tantangan yang dapat diatasi melalui profesionalisme dan kreativitas guru.</em></p> Fatmawati Zakariah, Nanda Salsabila, Arina Restian Copyright (c) 2026 Fatmawati Zakariah, Nanda Salsabila, Arina Restian https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2035 Fri, 19 Jun 2026 00:00:00 +0000 Implementasi Deep Learning Mindful Learning Terhadap Literasi Numerasi Siswa Kelas 4 SD Negeri Karangsono 3 https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2091 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebaruan dari implementasi pembelajaran berbasis integrasi Deep Learning dan Mindful Learning serta pengaruhnya terhadap kemampuan literasi numerasi siswa kelas IV SD Negeri Karangsono 3. Integrasi ini menggabungkan struktur kognitif piramida pembelajaran mendalam dengan elemen regulasi emosi dan kesadaran penuh siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental jenis one-group pretest-posttest design terhadap sampel 35 siswa. Teknik pengumpulan data utama dilakukan melalui angket respons implementasi pembelajaran yang mengukur indikator keterlibatan aktif, fokus, dan pemahaman numerasi fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji kelayakan instrumen dan deskriptif persentase pada program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Deep Learning dan Mindful Learning secara teoretis dan empiris meng-cover penguatan literasi numerasi siswa secara signifikan, terbukti dari perolehan persentase respons sebesar 88,14% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Melalui pendekatan terintegrasi ini, siswa tidak hanya mampu menembus pemahaman konseptual matematika yang mendalam (deep thinking), melainkan juga memiliki ruang ekologis-mental yang tenang (mindfulness) untuk memecahkan problem numerasi kontekstual serta mengecek kembali jawaban mereka secara reflektif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa sinergi ini menjadi alternatif inovasi pembelajaran yang efektif dan berpusat pada siswa di sekolah dasar.</em></p> Zainul Fitri Copyright (c) 2026 Zainul Fitri https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2091 Fri, 19 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Model Interactive Read Aloud Berbantuan Video Read-Aloud Terhadap Keterampilan Menyimak Siswa Kelas III SD https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2037 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model interactive read aloud berbantuan video read-aloud terhadap keterampilan menyimak siswa kelas III SDN 02 Benteng. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen melalui desain Nonequivalent Control Group Design.</em> <em>Subjek penelitian berjumlah 62 siswa yang terdiri dari kelas IIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas IIIB sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan menyimak. Analisis data mencakup uji statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen mencatat peningkatan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji hipotesis Independent Sample T-test diperoleh</em> <em>nilai signifikansi sebesar 0.014 (&lt;0.05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan model interactive read aloud berbantuan video read-aloud terhadap keterampilan menyimak siswa. Model interactive read aloud mampu mendorong keterlibatan aktif siswa melalui menyimak dengan fokus, berdiskusi, dan menjawab pertanyaan, terkait memperdalam pemahaman isi teks. Penggunaan media video juga memberikan pengalaman belajar yang menarik dan bermakna melalui perpaduan audiovisual, sehingga membantu siswa mengidentifikasi unsur-unsur cerita. Dengan demikian, model interactive read aloud berbantuan video read-aloud dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa sekolah dasar.</em></p> Devi Pebriyanti, Teguh Prasetyo, Hanrezi Dhania Hasnin Copyright (c) 2026 Devi Pebriyanti, Teguh Prasetyo, Hanrezi Dhania Hasnin https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2037 Sun, 21 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengembangan Media Interaktif TARQAN dalam Digitalisasi Literasi Al-Qur’an untuk Penguatan Nilai Keberagaman Siswa Kelas V https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2139 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi Al-Qur’an siswa sekolah dasar serta kurangnya integrasi nilai keberagaman dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media digital interaktif TARQAN berbasis Google Sites serta menguji kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an dan penguatan nilai keberagaman siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&amp;D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian adalah siswa kelas V sekolah dasar dengan jumlah 20–25 siswa. Instrumen yang digunakan berupa angket validasi ahli media dan ahli materi serta angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media TARQAN memperoleh skor validasi ahli media sebesar 100% dan ahli materi sebesar 98,75% dengan kategori sangat layak. Respon siswa terhadap penggunaan media mencapai 87% dengan kategori sangat baik. Selain itu, hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah menggunakan media. Dengan demikian, media TARQAN dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai keberagaman siswa sekolah dasar.</p> Lasyha Fernanda, Muhamad Jenal Arip, Lilis Siti Nursyaidah, Mutiara Azmi Salsabila Nurhidayat, Ani Nur Aeni Copyright (c) 2026 Lasyha Fernanda, Muhamad Jenal Arip, Lilis Siti Nursyaidah, Mutiara Azmi Salsabila Nurhidayat, Ani Nur Aeni https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2139 Sun, 21 Jun 2026 00:00:00 +0000 Peran Pendidikan Agama dalam Meningkatkan Self-Regulation Anak Usia Dini https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2047 <p><em>Perkembangan self-regulation pada anak usia dini merupakan aspek penting dalam membentuk kemampuan pengendalian emosi, perilaku, dan kognisi yang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar dan interaksi sosial. Namun, masih ditemukan rendahnya kemampuan regulasi diri anak dalam konteks pendidikan anak usia dini. Pendidikan agama dipandang sebagai pendekatan strategis dalam menanamkan nilai-nilai disiplin, kesabaran, dan tanggung jawab sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan agama dalam meningkatkan self-regulation anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada salah satu Raudhatul Athfal di Jawa Timur dengan subjek penelitian terdiri dari 1 kepala sekolah, 2 guru, 10 anak usia 4–6 tahun, dan 2 orang tua yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan agama melalui pembiasaan ibadah, keteladanan guru, dan kegiatan nilai moral secara konsisten berkontribusi dalam meningkatkan self-regulation anak, khususnya pada aspek pengendalian emosi, kepatuhan terhadap aturan, dan kemampuan menunda keinginan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan agama memiliki peran strategis dalam mengembangkan self-regulation anak usia dini serta memberikan kontribusi kebaruan dalam penguatan pendidikan karakter berbasis nilai religius.</em></p> Luluk Alfiya, Achmad Buchori Muslim, Moh. Toyyib Copyright (c) 2026 Luluk Alfiya, Achmad Buchori Muslim, Moh. Toyyib https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2047 Mon, 22 Jun 2026 00:00:00 +0000 Peran Literasi Digital Guru Terhadap Motivasi Siswa Di Sekolah Dasar https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2101 <p><em>Perkembangan teknologi informasi menuntut guru sekolah dasar untuk memiliki literasi digital yang mumpuni guna menjaga relevansi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital guru terhadap peningkatan motivasi belajar siswa di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data dikumpulkan melalui sintesis literatur ilmiah dari basis data jurnal nasional dan internasional dalam rentang waktu 2018–2026. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi hubungan antara kompetensi digital pendidik dengan indikator motivasi siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital guru yang tinggi berkorelasi positif dan signifikan terhadap motivasi intrinsik siswa. Implementasi teknologi melalui media interaktif, gamifikasi, dan visualisasi konkret mampu memenuhi kebutuhan psikologis siswa akan otonomi dan kompetensi. Meskipun terdapat tantangan berupa kesenjangan infrastruktur dan variasi kemampuan teknis antargenerasi, penggunaan teknologi yang tepat terbukti meningkatkan atensi dan partisipasi aktif siswa secara konsisten. Kesimpulannya, literasi digital guru merupakan katalisator utama dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif dan inspiratif. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan profesional berkelanjutan dan dukungan institusional dalam pengadaan sarana digital untuk memaksimalkan potensi belajar siswa di era transformasi digital.</em></p> Icha Nur Azizah, Nur Santy, Wahyullah Alannasir, Sitti Mufidah, Putri Putri, Fauzianti Fauzianti Copyright (c) 2026 Icha Nur Azizah, Nur Santy, Wahyullah Alannasir, Sitti Mufidah, Putri Putri, Fauzianti Fauzianti https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2101 Thu, 25 Jun 2026 00:00:00 +0000 Studi Literatur: Analisis Faktor-Faktor Pembentuk Kesejahteraan Subjektif Pada Peserta Didik Sekolah Dasar https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2162 <p><em>Kesejahteraan subjektif (subjective well-being) peserta didik di sekolah dasar sering kali terabaikan dalam praktik pembelajaran, padahal aspek ini sangat krusial dalam mendukung pencapaian prestasi akademik dan kebahagiaan anak di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor pembentuk kesejahteraan subjektif peserta didik sekolah dasar sekaligus merumuskan strategi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif. Metode penelitian yang digunakan adalah Literatur Review atau studi kepustakaan (library research). Penelusuran literatur difokuskan pada artikel jurnal dan dokumen ilmiah yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir menggunakan basis data Google Scholar, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif anak dibentuk oleh interaksi kuat antara faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi konsep diri, kapasitas emosional, dan spiritualitas. Sementara itu, faktor eksternal sangat didorong oleh kehangatan pengasuhan keluarga, dukungan emosional dari guru, serta iklim sekolah yang bebas dari perundungan (zero-bullying). Kesimpulannya, praktik pengajaran di sekolah dasar harus menerapkan pendekatan whole-child yang tidak hanya berorientasi pada target akademik, tetapi juga mengintegrasikan Pembelajaran Sosial-Emosional (SEL) dan peningkatan kompetensi relasional pendidik. Upaya komprehensif ini esensial untuk memastikan agar peserta didik dapat mencapai kondisi mental yang positif dan merasa bahagia selama menjalani proses pendidikannya.</em></p> Nia Elinda, Ahmad Mulyadiprana, Rifqy Muhammad Hamzah Copyright (c) 2026 Nia Elinda, Ahmad Mulyadiprana, Rifqy Muhammad Hamzah https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2162 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Penerapan Metode SQ4R terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SDN Harjasari 01 https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2100 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SDN Harjasari 01. Siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan, menentukan ide pokok, dan menarik kesimpulan dari teks yang dibaca. Selain itu, proses pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional sehingga siswa kurang aktif dalam mengolah informasi bacaan. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa, salah satunya melalui metode <em>SQ4R (Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review).</em> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode SQ4R terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SDN Harjasari 01. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode <em>quasi experimental</em> dan desain <em>non-equivalent control group design.</em> Subjek penelitian berjumlah 44 siswa yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing terdiri atas 22 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan membaca pemahaman pada teks narasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas <em>Shapiro-Wilk,</em> uji homogenitas Levene, dan uji hipotesis menggunakan <em>Independent Sample t-Test</em> dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode SQ4R berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji <em>Independent Sample t-Test</em> yang menunjukkan nilai t sebesar 4,409 dengan nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05. Rata-rata nilai <em>posttest </em>kelas eksperimen sebesar 81,27 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 71,09. Dengan demikian, penerapan metode SQ4R berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa.</p> Natasya Azzahra, Rusi Rusmiati Aliyyah, Megan Asri Humaira Copyright (c) 2026 Natasya Azzahra, Rusi Rusmiati Aliyyah, Megan Asri Humaira https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2100 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Manajemen Supervisi Akademik Berbasis Coaching TIRTA untuk Pengembangan Kompetensi Guru SD: Sebuah Studi Literatur https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2127 <p><em>Manajemen supervisi akademik di sekolah yang masih bersifat instruktif dan konvensional sering kali memicu resistensi serta kecemasan bagi guru, sehingga kurang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi dan merumuskan model konseptual siklus manajemen supervisi akademik berbasis coaching TIRTA dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru kelas rendah di sekolah dasar melalui kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (critical literature review) dengan menganalisis 15-30 referensi teoretis dan jurnal ilmiah bereputasi dari delapan tahun terakhir (2018–2026). Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengintegrasikan fungsi organik manajemen. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknik coaching ke dalam fungsi manajemen supervisi akademik terbukti mampu mengubah paradigma kontrol menjadi kemitraan yang humanis. Pada tahap perencanaan, pelibatan guru secara kolaboratif dalam menentukan fokus supervisi menciptakan ruang aman yang meminimalkan kecemasan dan ketegangan guru. Pada tahap pelaksanaan, dialog berbasis alur TIRTA menstimulus daya refleksi mandiri guru kelas rendah untuk mendesain metode pengajaran yang adaptif dan inovatif bagi siswa kelas awal. Selanjutnya, pada tahap evaluasi dan tindak lanjut, pendekatan ini mendorong peningkatan kompetensi pedagogik guru secara berkelanjutan secara internal tanpa paksaan administratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa siklus manajemen supervisi akademik berbasis coaching TIRTA, merupakan strategi krusial untuk pengembangan profesionalisme guru sekolah dasar di era modern.</em></p> Silviana Silviana, Imam Sambas Arifin, Ujang Solehudin, Fika Febriantoyo, Lina Herlina, Ridwan Haris Copyright (c) 2026 Silviana Silviana, Imam Sambas Arifin, Ujang Solehudin, Fika Febriantoyo, Lina Herlina, Ridwan Haris https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2127 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Implementasi Kompetensi Pedagogik Guru di Sd Global Islamic School Al Mochtar https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2040 <p><em>Penelitian ini didasari oleh pentingnya penguasaan kompetensi pedagogik guru dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif, interaktif, dan memberikan makna bagi peserta didik. Kompetensi pedagogik tidak sebatas pada kemampuan mengajar, melainkan juga meliputi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta kemampuan guru dalam berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan kompetensi pedagogik guru melalui penggunaan TIK, sekaligus menganalisis bentuk komunikasi yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek yang terlibat meliputi guru kelas VI sebagai informan utama, serta peserta didik sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru telah memanfaatkan TIK seperti laptop, proyektor, dan smart TV dalam pembelajaran sehingga memudahkan siswa untuk memahami materi, terutama yang bersifat abstrak. Di samping itu, komunikasi guru telah berjalan secara efektif melalui interaksi dua arah, secara empatik melalui perhatian terhadap siswa, dan secara santun melalui penggunaan bahasa yang sopan. Guru juga menyiapkan kondisi psikologis siswa dan mendorong keaktifan peserta didik dalam pembelajaran. Dengan demikian, implementasi kompetensi pedagogik guru telah berjalan dengan baik mampu menciptakan pembelajaran yang kondusif dan interaktif. Penelitian ini menunjukan bahwa integrasi anatar pemanfaatan TIK dan kemampuan komunikasi guru berperan penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan praktik pembelajaran serta penguatan kompetensi pedagogik guru di masa mendatang. Hasil penelitian ini juga menegaskan bahwa pembelajaran yang dirancang dengan memadukan teknologi dan komunikasi yang baik mampu menghadirkan suasana belajar yang efektif, bermakna, serta berpusat pada peserta didik.</em></p> Sinta Widia, Rusi Rusmiati Aliyyah, Anne Effane Copyright (c) 2026 Sinta Widia, Rusi Rusmiati Aliyyah, Anne Effane https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2040 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengembangan Media Pembelajaran Digital Berbasis Video Interaktif untuk Mendukung Literasi Visual Siswa SD https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2198 <p><em>Penelitian dilatarbelakangi oleh penggunaan media digital dalam pembelajaran yang belum terintegrasi secara sistematis untuk mendukung literasi visual siswa. Literasi visual penting dikembangkan pada siswa sekolah dasar karena pembelajaran melibatkan penggunaan informasi visual dan verbal secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan media pembelajaran digital berbasis video interaktif dalam mendukung literasi visual siswa kelas IV di SD Islam Plus Daarul Jannah. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&amp;D) dengan model pengembangan ADDIE. Produk yang dikembangkan berupa media pembelajaran digital berbasis video interaktif pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi menulis teks narasi dengan kata hubung antarkalimat. Subjek penelitian terdiri atas 1 ahli media, 1 ahli materi, 1 guru, dan 10 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket, kemudian data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli media memperoleh persentase 96% dan ahli materi 88% dengan kategori sangat layak. Respons siswa memperoleh persentase 84% dan respons guru 100% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian, media pembelajaran digital berbasis video interaktif dinyatakan sangat layak dan praktis digunakan untuk mendukung literasi visual siswa kelas IV. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan alternatif media pembelajaran digital yang mengintegrasikan unsur visual dan aktivitas interaktif untuk mendukung pengembangan literasi visual pada pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.</em></p> Rachmah Amalia, Teguh Prasetyo, Annissa Mawardini Copyright (c) 2026 Rachmah Amalia, Teguh Prasetyo, Annissa Mawardini https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2198 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pemahaman Konseptual Siswa tentang Perubahan Wujud Benda melalui Eksperimen Ilmiah Terapan https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2216 <p><em>Pemahaman konseptual merupakan aspek penting dalam pembelajaran sains di sekolah dasar karena membantu siswa tidak hanya mengingat istilah ilmiah, tetapi juga menjelaskan peristiwa berdasarkan hubungan antar konsep. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman konseptual siswa kelas IV sekolah dasar tentang perubahan wujud benda melalui pengalaman eksperimen ilmiah terapan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah 17 siswa kelas IV SDN Cijedil yang mengikuti pembelajaran IPAS pada materi perubahan wujud benda. Data dikumpulkan melalui tes uraian, wawancara terhadap delapan siswa yang dipilih secara purposive untuk mewakili variasi kategori pemahaman siswa dan guru kelas, serta dokumentasi berupa LKPD, modul ajar, catatan lapangan, foto, dan video pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konseptual siswa berada pada kategori paham utuh, paham sebagian, dan miskonsepsi. Sebagian besar siswa mampu mengidentifikasi perubahan wujud yang diamati secara langsung, seperti mencair, menguap, dan menyublim, tetapi masih mengalami kesulitan menjelaskan penyebab perubahan secara ilmiah, terutama pada konsep menyublim serta dalam membedakan perubahan akibat pemanasan dan pendinginan. Temuan ini menunjukkan bahwa eksperimen membantu siswa memperoleh pengalaman belajar yang konkret, tetapi belum sepenuhnya membentuk pemahaman konseptual yang utuh. Oleh karena itu, pembelajaran eksperimen perlu disertai refleksi, diskusi, dan klarifikasi konsep oleh guru agar siswa mampu menghubungkan hasil pengamatan dengan konsep ilmiah secara tepat.</em></p> Anjani Sudrajat, Helmia Tasti Adri, Annissa Mawardini Copyright (c) 2026 Anjani Sudrajat, Helmia Tasti Adri, Annissa Mawardini https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2216 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Internalisasi Nilai Sopan Santun Melalui Pembiasaan Magic Words di Sekolah Dasar: Kajian Literatur https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2203 <p><em>Nilai sopan santun merupakan fondasi karakter bangsa yang kini mengalami degradasi signifikan di kalangan siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep Magic Words yang mencakup empat ungkapan kunci: "maaf", "tolong", "terima kasih", dan "permisi" sebagai instrumen efektif dalam menginternalisasi nilai sopan santun pada siswa kelas rendah sekolah dasar melalui pendekatan kajian literatur sistematis. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis 22 sumber relevan yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2026, mencakup jurnal nasional dan internasional bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembiasaan Magic Words secara konsisten terbukti mampu membentuk karakter sopan santun anak melalui tiga mekanisme utama: penguatan pemahaman moral (moral knowing), pembentukan perasaan moral (moral feeling), dan pengembangan tindakan moral (moral action). Temuan literatur juga mengungkapkan bahwa efektivitas internalisasi Magic Words meningkat secara signifikan ketika dipadukan dengan media visual-interaktif, keteladanan guru, dan dukungan lingkungan keluarga yang konsisten. Kajian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan Magic Words bukan sekadar ritual verbal, melainkan strategi pedagogis yang terukur dan bermakna dalam membentuk pribadi anak yang sopan, empatik, dan berkarakter mulia. Artikel ini merekomendasikan integrasi Magic Words dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah dasar secara sistematis dan berkesinambungan.</em></p> Ainun Nurul Fatonah Rusdiana, Ahmad Mulyadiprana, Rifqy Muhammad Hamzah Copyright (c) 2026 Ainun Nurul Fatonah Rusdiana, Ahmad Mulyadiprana, Rifqy Muhammad Hamzah https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2203 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengembangan Modul Ajar Pendidikan Pancasila Berbasis Quantum Learning untuk Membangun Sikap Anti-Bullying pada Siswa Sekolah Dasar https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2214 <p><em>Bullying di lingkungan sekolah dasar masih menjadi permasalahan serius yang berdampak pada perkembangan karakter dan kesehatan mental siswa. Ketersediaan modul ajar Pendidikan Pancasila yang secara khusus dirancang untuk membangun nilai-nilai anti-bullying masih sangat terbatas. Artikel ini bertujuan menganalisis relevansi teoritis pengembangan modul ajar Pendidikan Pancasila berbasis Quantum learning dan menawarkan kerangka konseptual sebagai landasan penelitian pengembangan selanjutnya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan sistematis dengan menelaah 25 artikel ilmiah dari tahun 2019 hingga 2025. Temuan menunjukkan tiga hal: nilai-nilai Pendidikan Pancasila seperti empati dan gotong royong berkaitan langsung dengan sikap anti-bullying; kerangka TANDUR dalam Quantum learning efektif membentuk karakter afektif siswa; dan belum ada modul yang mengintegrasikan keduanya secara spesifik. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual yang memetakan enam langkah TANDUR ke dalam aktivitas pembelajaran Pendidikan Pancasila bermuatan anti-bullying. Integrasi keduanya berpotensi besar membentuk karakter anti-bullying secara terstruktur di sekolah dasar.</em></p> Lulu Dhiyana Shita Dhiyana, Anggit Merliana, Rifqy Muhammad Hamzah Copyright (c) 2026 Lulu Dhiyana Shita Dhiyana, Anggit Merliana, Rifqy Muhammad Hamzah https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/2214 Sun, 05 Jul 2026 00:00:00 +0000