Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd
<p align="justify"><strong>Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar</strong> adalah jurnal nasional yang memuat hasil kajian atau penelitian bidang pendidikan dan pengajaran yang difokuskan pada jenjang Sekolah Dasar atau yang setara. Jurnal ini diterbitkan oleh <a href="https://eduped.org/">Edupedia Publisher</a> dan pertama kali terbit bulan Desember tahun 2022.</p> <table class="data" width="100%"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%">Judul</td> <td width="80%"> Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Inisial</td> <td width="80%"> JPSD</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Singkatan</td> <td width="80%"> -</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Frekuensi Terbit</td> <td width="80%">4 kali setahun (Maret, Juni, September, dan Desember)</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">DOI</td> <td width="80%">10.56855</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">ISSN</td> <td width="80%"><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20221222221142610" target="_blank" rel="noopener">2964-9838</a> (print) │ <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20221214540940914" target="_blank" rel="noopener">2963-072X</a> (online)</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Editor-in-chief</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=en&user=xK0uSjsAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Teguh Prasetyo</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Penerbit</td> <td width="80%"><a href="https://eduped.org/">Edupedia Publisher</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Pengindeks</td> <td width="80%">Sinta, Garuda, Google Scholar, Dimensions, Crossref</td> </tr> </tbody> </table> <p> </p>EDUPEDIA PUBLISHERen-USJurnal Pengajaran Sekolah Dasar2964-9838Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran IPA Di SD Amaliah
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1661
<p>Memasuki abad ke-21, kemampuan menalar secara mendalam menjadi bekal utama bagi individu dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Dunia pendidikan memegang peranan strategis dalam menumbuhkan kecakapan tersebut melalui proses pembelajaran di kelas. Khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), pemilihan pendekatan dan model pembelajaran yang tepat diyakini memiliki kontribusi besar dalam membentuk serta meningkatkan daya pikir kritis peserta didik. Tujuan peneliitian meninjau bagaimana pengaruh PBL terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas empat di Sekolah Dasar Amaliah. Penelitian menggunakan <em>Quasi experimen</em> dengan <em>pretest-posttest control group design</em>. Uji hipotesis menggunakan uji t. Jumlah sampel penelitian 50 siswa terbagi menjadi dua kelas, kelas eksperimen berjumlah 25 siswa menggunakan model PBL (Project) dan kelas kontrol dengan jumlah 25 siswa menggunakan model PBL (Problem). Data penelitian menggunakan tes pilihan ganda beralasan dan nilai pretest dan posttest dengan hasil rata-rata pretest kelas eksperimen 45,60 dan Pretest kelas kontrol 39,60, sedangkan, perolehan skor rata-rata Posttest kelas eksperimen 80,80 dan Posttest kelas kontrol 69,60. Hasil analisa data dalam penelitian ini dapat dilihat dari hasil uji Independent sample t-test sig. 2 tailed diperoleh hasil Sig. 0,038< 0,05 maka keputusan Ho ditolah dan Ha diterima. Dari data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dengan memberikan perlakuan model Project Based Learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV pada pembelajaran IPA di SD Amaliah.</p>Risnawati NariyahTeguh PrasetyoAnnissa Mawardini
Copyright (c) 2025 Risnawati Nariyah, Teguh Prasetyo, Annissa Mawardini
2025-12-112025-12-114475576610.56855/jpsd.v4i4.1661Pengaruh Model Direct Instruction Berbantu Media Geoboard Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Bangun Datar Kelas V SDN Turus 5
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1764
<p>Rendahnya motivasi dan hasil belajar matematika pada materi bangun datar di kelas V SDN Turus 5 menjadi dasar perlunya inovasi melalui penerapan model dan media pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model Direct Instruction berbantu media geoboard terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest dan melibatkan 29 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas angket motivasi belajar dan tes hasil belajar yang telah divalidasi serta diuji reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan membandingkan skor pretest dan posttest, di mana motivasi belajar diuji menggunakan paired sample t-test, sedangkan hasil belajar dianalisis melalui uji Wilcoxon dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Direct Instruction berbantu geoboard berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Rata-rata skor motivasi meningkat dari 53,28 menjadi 82,62 dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05. Hasil belajar juga mengalami peningkatan signifikan dari 53,00 menjadi 83,07, dibuktikan melalui uji Wilcoxon dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 serta N-Gain yang berada pada kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi model Direct Instruction dan media geoboard efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa pada materi bangun datar. Oleh karena itu, strategi ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang mendukung peningkatan kualitas proses belajar mengajar di sekolah dasar.</p>Sahrul HidayatullahAri GunardiAnna Maria Oktaviani
Copyright (c) 2025 Sahrul Hidayatullah, Ari Gunardi, Anna Maria Oktaviani
2025-12-132025-12-134476778210.56855/jpsd.v4i4.1764Pengaruh Media Komik melalui Model Pembelajaran CIRC untuk Meningkatkan Minat Baca dan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran IPAS Materi Mengenal Bumi Siswa Kelas V SD
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1759
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), khususnya materi “Mengenal Bumi,” yang ditemukan melalui observasi awal di SD Negeri Singapadu. Kondisi tersebut menunjukkan urgensi perlunya media dan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta mempermudah pemahaman konsep. Media komik dipilih sebagai solusi karena memiliki karakter visual yang menarik, sedangkan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) diterapkan untuk mendorong aktivitas membaca, berdiskusi, dan menulis secara kolaboratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media komik melalui model pembelajaran CIRC terhadap minat baca dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Singapadu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian terdiri dari 45 siswa yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar (pilihan ganda dan esai) serta angket minat baca menggunakan skala Likert. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji t sampel berpasangan, dan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar, dengan rata-rata nilai pretest 50,31 meningkat menjadi 72,98 pada posttest, dan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Nilai N-gain sebesar 0,4667 menunjukkan kategori peningkatan sedang. Minat baca siswa juga meningkat secara signifikan, dari rata-rata skor 39,31 menjadi 80,84. Temuan ini membuktikan bahwa media komik yang dipadukan dengan model CIRC efektif dalam meningkatkan minat baca dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS.</p>Abdulah Fauzi AbdulFauzi Fadliansyah FauziAnna Maria Oktaviani Anna
Copyright (c) 2025 Abdulah Fauzi Abdul, Fauzi Fadliansyah Fauzi, Anna Maria Oktaviani Anna
2025-12-132025-12-134478379510.56855/jpsd.v4i4.1759Upaya peningkatan Minat Membaca dan Motivasi Belajar Siswa Melalui Kegiatan Literasi di Madrasah Ibtidaiyah
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1753
<p>Rendahnya minat membaca dan motivasi belajar siswa di MI Darul Qori berdampak pada kurang optimalnya proses pembelajaran, sehingga diperlukan upaya terstruktur untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan minat membaca dan motivasi belajar siswa melalui kegiatan literasi yang dilaksanakan secara konsisten. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara selama empat minggu. Subjek penelitian terdiri dari 25 siswa kelas V dan guru wali kelas. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua aspek yang diteliti. Persentase siswa dengan minat membaca tinggi meningkat dari 20% pada minggu pertama menjadi 48% pada minggu keempat. Selain itu, motivasi belajar yang awalnya didominasi motivasi ekstrinsik, seperti pujian dan reward dari guru, secara bertahap bergeser menjadi motivasi intrinsik, ditunjukkan oleh munculnya keinginan siswa untuk membaca dan belajar secara mandiri. Penelitian juga menemukan adanya hubungan positif antara minat membaca dan motivasi belajar, di mana siswa dengan minat membaca tinggi cenderung lebih aktif, percaya diri, dan menunjukkan semangat belajar yang lebih kuat. Namun demikian, hambatan seperti keterbatasan bahan bacaan yang menarik serta pemanfaatan pojok baca yang belum optimal masih ditemukan. Oleh karena itu, sekolah disarankan memperkaya fasilitas literasi dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung perkembangan motivasi dan minat membaca siswa.</p>Marwiyah MarwiyahSastra WijayaAnna Maria Oktaviani
Copyright (c) 2025 Marwiyah Marwiyah, Sastra Wijaya, Anna Maria Oktaviani
2025-12-132025-12-134479681010.56855/jpsd.v4i4.1753Dampak Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Pada Kemampuan Bernalar Kritis Kelas V SD
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1595
<p>Di era globalisasi saat ini, salah satu kemampuan penting yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan adalah bernalar kritis. Bagi siswa sekolah dasar, kemampuan ini dapat dikembangkan melalui implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5). Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) pada kemampuan bernalar kritis siswa kelas V di SDN Gunung Leutik. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara mendalam dengan dua belas siswa kelas V, wali kelas V, dan juga kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek-aspek bernalar kritis yang berkembang pada siswa meliputi memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, serta merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dan kemampuan bernalar kritis meliputi; a) Dukungan kepala sekolah, b) Keterlibatan orang tua dan masyarakat sekitar, c) Pengembangan kompetensi guru, d) Strategi mengatasi tantangan siswa, dan e) Kondisi sarana dan prasarana yang terbatas</p>Siti Nur Rizkiah SitiTeguh PrasetyoNovi Maryani
Copyright (c) 2025 Siti Nur Rizkiah Siti, Teguh Prasetyo, Novi Maryani
2025-12-142025-12-144481182410.56855/jpsd.v4i4.1595Kolase Tokoh Nasional Menggunakan Sampah Plastik Kemasan Sebagai Kegiatan Recycle Pada Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1584
<p>Permasalahan sampah plastik yang terus bertambah, khususnya di lingkungan Sekolah Dasar, memerlukan pendekatan inovatif dan edukatif guna menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tiga aspek kemampuan siswa, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pada aspek kognitif, siswa diharapkan memahami jenis-jenis sampah, dampak negatif sampah terhadap lingkungan, konsep 3R (<em>Reduce, Reuse, Recycle</em>), serta mengenalkan tokoh-tokoh nasional. Pada aspek afektif, kegiatan bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa dalam menjaga lingkungan, melatih kesabaran, ketelitian, dan tanggung jawab sosial. Sementara pada aspek psikomotorik, siswa dilatih keterampilan seperti menggunting, melipat, dan menempel dalam kegiatan pengolahan sampah menjadi karya kreatif. Kegiatan ini melibatkan 22 siswa kelas 5 serta seorang guru pendamping. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang terdiri dari tiga tahap utama: sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa siswa dapat memahami konsep 3R (<em>Reduce, Reuse, Recycle</em>), meningkatkan kreativitas, mengasah keterampilan motorik halus, serta mengenal tokoh-tokoh nasional dengan lebih baik. Antusiasme dan keterlibatan aktif siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung yang berarti minat belajar siswa meningkat. Kegiatan ini efektif menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan dan relevan, serta mampu membangun nilai kepedulian terhadap lingkungan dan nasionalisme. Meski demikian, masih terdapat kendala teknis seperti kesulitan dalam proses pemotongan bahan kolase, yang dapat diselesaikan dengan pendampingan dan kolaborasi antar siswa. Penelitian ini menyarankan agar media kolase dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai metode edukatif dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.</p>Annisa MawardiniUmmi Rasyida SyafawaniIrma Inesia Sri Utami
Copyright (c) 2025 Annisa Mawardini, Ummi Rasyida Syafawani, Irma Inesia Sri Utami
2025-12-172025-12-174482584510.56855/jpsd.v4i4.1584Analisis Model Team Games Tournament (TGT) untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPS Siswa Kelas IV MI Miftahul Falah
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1754
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar dalam pembelajaran IPS yang masih didominasi hafalan dan ceramah. Model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dipandang relevan karena memadukan kerja sama, permainan, dan kompetisi untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterlaksanaan TGT dalam pembelajaran IPS serta kontribusinya terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV MI Miftahul Falah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif-induktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model TGT mencapai rata-rata 90 persen dengan kategori sangat baik. Sementara itu, kemampuan berpikir kritis siswa mencapai rata-rata 72 persen dengan kategori baik. Indikator yang paling menonjol adalah mengidentifikasi masalah dan memberikan alasan logis, sedangkan indikator membandingkan informasi serta memberikan solusi alternatif masih relatif rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa TGT tidak hanya menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan, tetapi juga efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, TGT dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPS yang relevan untuk menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21.</p>Fifi LutfiahSastra WijayaAnna Maria Oktaviani
Copyright (c) 2025 Fifi Lutfiah, Sastra Wijaya, Anna Maria Oktaviani
2025-12-212025-12-2144846–855846–85510.56855/jpsd.v4i4.1754Vlog sebagai Sarana Asesmen Formatif dalam Pembelajaran di Kelas IV Sekolah Dasar
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1514
<p>Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan vlog sebagai media asesmen formatif pada pembelajaran P5 dan IPA di kelas IV Sekolah Dasar. Urgensi penelitian ini didasari oleh tantangan implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut peralihan dari asesmen tradisional menuju asesmen autentik yang berpusat pada siswa, namun di lapangan guru masih sering terjebak pada metode penilaian konvensional yang kurang mampu memotret perkembangan karakter dan keterampilan abad ke-21 secara komprehensif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan guru dan observasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai instrumen asesmen formatif di sekolah dasar, penggunaan vlog efektif dalam memantau perkembangan belajar siswa secara berkelanjutan (on-going assessment). Vlog memungkinkan guru memberikan umpan balik yang lebih personal dan mendalam terhadap pemahaman konsep, kreativitas, serta keterampilan berpikir kritis siswa yang sulit terukur melalui tes tertulis. Selain itu, vlog mendorong internalisasi profil pelajar Pancasila melalui penilaian aspek sosial-emosional seperti tanggung jawab dan kerja sama selama proses pembuatan karya. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan sarana teknologi dan kompetensi digital guru dalam mengelola umpan balik berbasis digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa vlog merupakan solusi asesmen formatif inovatif yang selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Rekomendasi yang diajukan meliputi pelatihan khusus bagi guru mengenai teknik penilaian berbasis video (rubrik vlog) serta peningkatan dukungan fasilitas teknologi sekolah.</p>Noor Auliya HudaSaleh SalehRaudhatul HasnaAhmad Syaripudin
Copyright (c) 2025 Noor Auliya Huda, Saleh Saleh, Raudhatul Hasna, Ahmad Syaripudin
2025-12-212025-12-2144856–865856–86510.56855/jpsd.v4i4.1514Efektivitas Media Ropa (Roda Pecahan Ajaib) dengan Model Discovery Learning terhadap Kemampuan Numerasi dan Motivasi Belajar
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1746
<p>Kemampuan numerasi dan motivasi belajar matematika siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam pembelajaran, khususnya pada materi pecahan yang bersifat abstrak dan sulit dipahami siswa. Oleh karena itu, diperlukan penggunaan media dan model pembelajaran yang inovatif untuk membantu siswa memahami konsep secara konkret dan meningkatkan keterlibatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media ROPA (Roda Pecahan Ajaib) dengan model <em>Discovery Learning</em> terhadap kemampuan numerasi dan motivasi belajar matematika siswa kelas IV SDN Citerep. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (<em>quasi experimental design</em>) dengan desain <em>pretest-posttest control group</em>. Subjek penelitian adalah 63 siswa yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes numerasi dan angket motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kemampuan numerasi dan motivasi belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai N-Gain numerasi kelas eksperimen berada pada kategori sedang–tinggi, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori rendah–sedang. Selain itu, motivasi belajar siswa kelas eksperimen meningkat secara signifikan. Dengan demikian, penggunaan media ROPA dengan model Discovery Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi dan motivasi belajar siswa.</p>Megan Siti WijayaSastra WijayaAnna Maria
Copyright (c) 2025 Megan Siti Wijaya, Sastra Wijaya, Anna Maria
2025-12-252025-12-2544866–875866–87510.56855/jpsd.v4i4.1746Upaya Mengatasi Tindakan Perundungan Siswa Kelas Tinggi di SD Negeri Sukamahi 01
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1597
<p>Permasalahan perundungan terutama di sekolah dasar seperti perundungan verbal, fisik, sosial, daring dan lainnya merupakan fenomena yang meresahkan dan memerlukan perhatian serius. Meskipun telah dipasang poster-poster edukatif di lingkungan sekolah untuk meningkatkan kesadaran, perundungan masih terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tindakan perundungan yang terjadi di kalangan siswa kelas tinggi di SD Negeri Sukamahi 01. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan terjadi dalam berbagai bentuk. Sekolah telah melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Perundungan (TPPK), kesepakatan kelas, dan edukasi mengenai dampak perundungan. Namun, implementasi program tersebut belum sepenuhnya efektif, karena banyak siswa yang tidak menyadari keberadaan program ini. Kasus perundungan ditangani melalui identifikasi, dialog individu, dan tindakan disiplin yang mendidik. Observasi lebih lanjut menunjukkan bahwa interaksi antar siswa mungkin terlihat bercanda tetapi dapat meningkat menjadi tindakan kekerasan ringan. Dengan pendekatan komprehensif ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua siswa serta mengurangi angka perundungan yang terjadi.</p>Syarifah Nur NasutionRusi Rusmiati AliyyahRosnawati Rosnawati
Copyright (c) 2025 Syarifah Nur Nasution, Rusi Rusmiati Aliyyah, Rosnawati Rosnawati
2025-12-262025-12-2644876–896876–89610.56855/jpsd.v4i4.1597Analisis Metode Outdoor Study Terhadap Motivasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Peserta Didik
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1756
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode <em>outdoor study</em> dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta pengaruhnya terhadap motivasi belajar peserta didik kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Darul Qori. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV beserta guru IPA sebagai informan kunci yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode <em>outdoor study</em> mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Hal ini terlihat dari meningkatnya perhatian, keaktifan, rasa ingin tahu, serta keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar di luar kelas. Peserta didik lebih antusias, berani bertanya, serta mampu menghubungkan konsep IPA dengan pengalaman nyata di lingkungan sekitar. Selain itu, guru menilai pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengamati langsung objek yang dipelajari. Dengan demikian, metode <em>outdoor study</em> terbukti efektif dalam menumbuhkan motivasi belajar IPA pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Darul Qori.</p>Rista HadizaSastra WijayaAnna Maria
Copyright (c) 2025 Rista Hadiza, Sastra Wijaya, Anna Maria
2025-12-262025-12-2644897–905897–90510.56855/jpsd.v4i4.1756Implementasi Kompetensi Profesional Guru Dalam Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas II SDN Banjarsari 02
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1662
<p>Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas rendah sekolah dasar merupakan fase fundamental dalam pengembangan keterampilan berbahasa peserta didik, sehingga menuntut kompetensi profesional guru yang memadai. Namun, dalam praktiknya, implementasi kompetensi profesional guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, khususnya pada penguasaan materi, penerapan standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kompetensi profesional guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas II SDN Banjarsari 02. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru telah diimplementasikan dengan cukup baik, yang tercermin dari penguasaan struktur dan konsep keilmuan Bahasa Indonesia, kemampuan mengintegrasikan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis secara terpadu, pemahaman terhadap standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang fleksibel. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi juga telah diterapkan sebagai penunjang pembelajaran, meskipun masih menghadapi kendala teknis yang perlu dioptimalkan. Temuan ini menegaskan bahwa implementasi kompetensi profesional guru berperan penting dalam mendukung kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.</p>Kartina Septia NingrumRusi Rusmiati AliyyahDidin Syamsyudin
Copyright (c) 2025 Kartina Septia Ningrum, Rusi Rusmiati Aliyyah, Didin Syamsyudin
2025-12-272025-12-2744906–916906–91610.56855/jpsd.v4i4.1662Implementasi Kompetensi Pedagogik Guru Di SDN Nyomplong Kota Sukabumi
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1610
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kompetensi pedagogik guru dalam memahami karakteristik peserta didik dan membangun komunikasi efektif di kelas IV SDN Nyomplong Kota Sukabumi. Kompetensi pedagogik merupakan salah satu kemampuan inti yang wajib dimiliki guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil pelnellitian melnunjukkan bahwa guru mampu melngidelntifikasi karaktelristik pelselrta didik dari aspelk fisik, moral, sosial, kultural, elmosional, dan intellelktual. Guru melnelrapkan stratelgi difelrelnsiasi pelmbellajaran selpelrti variasi tugas, meldia intelraktif, selrta aselsmeln awal untuk melnyelsuaikan meltodel pelmbellajaran. Sellain itu, guru melmbangun komunikasi dua arah yang elfelktif delngan melnggunakan bahasa yang sopan, mudah dipahami, selrta melnciptakan suasana kellas yang positif dan intelraktif. Komunikasi yang elmpatik dan pelndelkatan yang humanis melmbuat siswa melrasa dihargai dan lelbih telrlibat dalam prosels bellajar. Pelnellitian ini melnelgaskan bahwa kompeltelnsi peldagogik guru belrpelran pelnting dalam melnciptakan pelmbellajaran yang belrmakna dan melmbelntuk rellasi positif antara guru dan pelselrta didik.</p>Bunga M Cikal BasaeRusi Rusmiati AliyyahSyukri Indra
Copyright (c) 2025 Bunga M Cikal Basae, Rusi Rusmiati Aliyyah, Syukri Indra
2025-12-302025-12-3044917–925917–92510.56855/jpsd.v4i4.1610Pelaksanaan Kegiatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Oleh Warga Sekolah Secara Partisipatif
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1645
<p>Sekolah Adiwiyata merupakan upaya strategis dalam menanamkan budaya peduli lingkungan sejak jenjang sekolah dasar melalui keterlibatan aktif seluruh warga sekolah. SDIT Alif merupakan salah satu sekolah yang menerapkan program Adiwiyata dengan menekankan partisipasi warga sekolah dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pengelolaan serta perlindungan lingkungan hidup oleh warga sekolah secara terencana, serta bentuk kemitraan dengan pihak luar dalam mendukung program lingkungan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDIT Alif telah melaksanakan kegiatan lingkungan secara sistematis dan partisipatif. Warga sekolah terlibat aktif dalam pemeliharaan lingkungan, pemanfaatan lahan seperti taman dan kebun, serta kegiatan ekstrakurikuler Agrokids yang mengajarkan pertanian, peternakan, dan daur ulang. Inovasi dalam pengolahan limbah menjadi produk kreatif seperti ecobrick dan vas bunga menunjukkan tingginya kesadaran dan kreativitas lingkungan. Selain itu, SDIT Alif menjalin kemitraan dengan Dinas Lingkungan Hidup, Puskesmas, bank sampah, dan UPPKS dalam mendukung edukasi serta aksi lingkungan. Urgensi penelitian ini terletak pada kontribusinya dalam memberikan gambaran praktik baik implementasi kegiatan lingkungan berbasis partisipatif di sekolah dasar sebagai upaya pembentukan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.</p>Nadia Wirdha SutisnaRusi Rusmiati AliyyahMuhammad Ichsan
Copyright (c) 2025 Nadia Wirdha Sutisna, Rusi Rusmiati Aliyyah, Muhammad Ichsan
2025-12-302025-12-3044926–938926–93810.56855/jpsd.v4i4.1645Upaya Guru dalam Menumbuhkan Kemandirian Siswa kelas 2 di SD Negeri Muarasari 3
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1831
<p>Tujuan utama dari penelitian ini adalah menggambarkan upaya-upaya yang dilakukan guru untuk menumbuhkan karakter mandiri siswa di tingkat sekolah dasar dan lingkungan belajar kelas awal. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis tematik, meliputi proses pengkodean, pengelompokan kategori, dan penarikan tema utama erdasarkan jawaban guru. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling dan melibatkan guru kelas II di SD Negeri Muarasari 3, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Data dikumpulkan melalui wawancara daring menggunakan Google Form berisi 16 pertanyaan terbuka mengenai pemahaman, strategi, hambatan, dan dukungan dalam pembentukan karakter mandiri siswa. Berdasarkan temuan penelitian, guru mendefinisikan karakter mandiri sebagai kapasitas siswa untuk belajar dan bertanggung jawab tanpa perlu ketergantungan pada pihak lain. Strategi yang mereka gunakan mencakup pembiasaan perilaku mandiri dan penerapan model <em>Project-Based Learning</em> (PjBL) untuk mengembangkan inisiatif dan rasa tanggung jawab siswa. Dukungan orang tua dan kegiatan sekolah seperti piket kelas turut memperkuat pembentukan karakter mandiri. Hambatan utama yang dihadapi adalah kurangnya keterlibatan orang tua dan perbedaan latar belakang siswa. Guru mengatasinya dengan pendekatan bertahap dan bimbingan berkelanjutan.Secara keseluruhan, pembentukan karakter mandiri siswa memerlukan kolaborasi terpadu antara guru, institusi sekolah, dan orang tua siswa melalui pembelajaran kontekstual, pembiasaan positif, serta dukungan lingkungan belajar yang konsisten.</p>Wilis FirmansyahAwanda MaulidaParamitha Cantika Putri
Copyright (c) 2025 Wilis Firmansyah, Awanda Maulida, Paramitha Cantika Putri
2025-12-302025-12-3044939–948939–94810.56855/jpsd.v4i4.1831Peningkatan Motivasi Dan Kinerja Guru Dalam Melaksanakan Proses Belajar Mengajar Melalui Supervisi di SD Amaliah
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1780
<p>Dalam penulisan ini yang menjadi masalah adalah rendahnya motivasi dan kinerja guru dalam proses belajar mengajar. Sebagai upaya pemecahannya adalah melalui penerapan metode supervisi kelas. Guru dianggap meningkat motivasi dan kinerjanya, apabila semua guru dapat mencapai target pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Deskriptif Analitik melalui Penelitian Tindakan sekolah, yaitu studi yang digunakan untuk mengumpulkan data, mendeskripsikan, mengolah, menganalisa, menyimpulkan dan menafsirkan data sehingga memperoleh gambaran yang sistematis. Supervisi dapat meningkatkan motivasi guru dan kinerja guru dalam proses belajar mengajar di SD Amaliah Kabupaten Bogor. Dari hasil observasi dan tindakan serta dengan melakukan refleksi terhadap masalah yang diteliti menunjukkan bahwa metode supervisi telah dijalankan dengan baik dan rutin menyangkut administrasi sekolah dan administrasi kelas. Supervisi dilakukan 1 kali/bulan dengan cara mengumpulkan guru-guru dalam rapat dan melakukan tinjauan langsung ke kelas-kelas pada saat guru mengajar. Motivasi dan kinerja guru telah menunjukkan peningkatan yang dibuktikan dengan adanya tercapainya peningkatan hasil belajar mengajar hal ini akibat dari adanya keikutsertaan guru dalam seminar-seminar, out bond, dan workshop serta melanjutkan pendidikan (kuliah). Pelaksanaan supervisi jangan sampai diabaikan karena merupakan salah satu penting dalam manajemen kepala sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan melalui peningkatan motivasi dan kinerja guru.</p>Gugun Gunadi
Copyright (c) 2025 Gugun Gunadi
2025-12-302025-12-3044949–960949–96010.56855/jpsd.v4i4.1780Sistematic Literature Review: Strategi Komunikasi Efektif Berbasis Al-Qur'an dalam upaya menjaga iklim kondusif pada Sekolah Dasar
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1707
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi efektif berbasis Al-Qur’an dalam membangun iklim kondusif di lingkungan Sekolah Dasar. Menggunakan pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan kerangka PRISMA, sebanyak 15 artikel terpilih dari 100 literatur yang diperoleh melalui <em>Google Scholar</em> periode 2020–2025 dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai komunikasi Qur’ani, seperti <em>qawlan sadīdan</em>, <em>qawlan balīghan</em>, <em>qawlan layyinan</em>, dan prinsip <em>syūrâ</em>, diimplementasikan dalam berbagai bentuk seperti program tahfidz, dialog empatik, keteladanan kepemimpinan, serta kolaborasi antara guru dan orang tua. Strategi ini terbukti mendorong pembentukan karakter, mencegah <em>bullying</em>, serta meningkatkan kepercayaan dan partisipasi warga sekolah. Meskipun demikian, sebagian besar studi masih bersifat deskriptif dan belum menyentuh aspek evaluatif berbasis instrumen terstandar maupun eksplorasi pemanfaatan media digital dalam komunikasi Qur’ani. Temuan ini memberikan arah bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan Islam yang lebih integratif dan kontekstual.</p>R. Siti Pupu FauziahSiti RahmahSiti Nurul Zalzilah Rahmah
Copyright (c) 2025 Rd. Siti Pupu Fauziah, Nurul Rahmah
2025-12-302025-12-3044961–972961–97210.56855/jpsd.v4i4.1707Implementasi Pembelajaran Ramah Anak Dalam Upaya Pencegahan Bullying di SDN Puspanegara 01
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1654
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi pembelajaran ramah anak dalam upaya pencegahan bullying di SDN Puspanegara 01. Penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif, dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelas tinggi dan rendah, serta orang tua siswa. Dan untuk analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan 3 analisis data, yaitu : data <em>reduction </em>(data reduksi), data <em>display</em> (penyajian data), dan <em>conclusions drawing and verification</em> (penarikan Kesimpulan dan verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah mengintegrasikan prinsip-prinsip ramah anak secara efektif ke dalam kurikulumnya. Strateginya termasuk menciptakan suasana kelas yang nyaman, menggunakan metode pengajaran yang bervariasi seperti lagu-lagu anti-bullying, dan menanamkan nilai-nilai empati dan toleransi. Temuan Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pekerjaan guru dalam membimbing siswa dan menangani masalah perundungan melalui pendekatan yang berorientasi pada keluarga. Keterlibatan orang tua juga semakin memperkuat strategi anti perundungan. Meskipun implementasi ini berjalan dengan positif, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya pelatihan formal untuk guru mengenai praktik-praktik yang ramah anak. Dukungan berkelanjutan dari Dinas Pendidikan dan Kolaborasi antara orang tua dan sekolah sangat diperlukan untuk menjaga lingkungan yang benar-benar ramah anak dan bebas dari perundungan.</p>Farhany Zahra Qurrota’ainyRusi Rusmiati AliyyahMuhammad Ichsan
Copyright (c) 2025 Farhany Zahra Qurrota’ainy, Rusi Rusmiati Aliyyah, Muhammad Ichsan
2025-12-312025-12-314497398510.56855/jpsd.v4i4.1654Pengaruh Model Think Talk Write (TTW) Berbantuan Video Interaktif Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Sifat-Sifat Magnet Di Kelas IV SD
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1763
<p>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan model <em>Think Talk Write</em> (TTW) berbantuan video interaktif terhadap hasil belajar siswa pada konsep sifat-sifat magnet. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda yang telah diuji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembedanya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>Quasi Experiment One-Group Pretest-Posttest Design</em> yang dilaksanakan pada siswa kelas IV SD tahun ajaran 2024/2025 dengan jumlah sampel sebanyak 21 siswa. Media video interaktif dirancang oleh peneliti dengan isi materi mengenai konsep sifat-sifat magnet beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran dilakukan dengan tahapan berpikir (<em>Think</em>), berdiskusi (<em>Talk</em>), menulis (<em>Write</em>), serta mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest siswa sebesar 47,86 meningkat menjadi 77,62 pada posttest, dengan selisih peningkatan sebesar 29,76%. Uji normalitas data menunjukkan hasil berdistribusi normal, dan uji hipotesis paired sample t-test memperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran <em>Think Talk Write</em> (TTW) berbantuan video interaktif efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, karena mampu mendorong keterlibatan aktif, berpikir kritis, serta pemahaman yang lebih baik terhadap materi sifat-sifat magnet.</p>Siti MaftuhahAri GunardiAnna Maria Oktaviani
Copyright (c) 2025 Siti Maftuhah Maftuhah, Ari Gunardi, Anna Maria Oktaviani
2025-12-312025-12-314498699610.56855/jpsd.v4i4.1763Pengaruh Media Komik Melalui Model Pembelajaran CIRC Untuk Meningkatkan Minat Baca Dan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran IPAS
https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/973-985
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), khususnya materi Cahaya di kelas V SDN Serdang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media komik melalui model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap peningkatan minat baca dan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group, melibatkan siswa kelas V yang dibagi menjadi kelas eksperimen dengan penerapan CIRC berbasis komik dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa angket minat baca dan tes hasil belajar, sedangkan data dianalisis melalui uji normalitas, homogenitas, uji t, serta perhitungan gain score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan signifikan baik pada minat baca maupun hasil belajar dibandingkan kelas kontrol, dibuktikan dengan perolehan skor N-Gain yang lebih tinggi serta perbedaan signifikan pada uji statistik. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media komik yang dipadukan dengan model pembelajaran CIRC mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, serta mendorong keterlibatan aktif siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan media komik melalui model CIRC berpengaruh positif terhadap peningkatan minat baca dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS, sehingga dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dan efektif di sekolah dasar.</p>Wida Wahyu Lestari Ari GunardiAnna Maria
Copyright (c) 2025 Wida Wahyu Lestari , Ari Gunardi, Anna Maria
2025-12-312025-12-3144997100610.56855/jpsd.v4i4.1755