https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/issue/feedJurnal Pengajaran Sekolah Dasar2026-02-28T17:09:32+00:00Teguh Prasetyoteguh@unida.ac.idOpen Journal Systems<p>Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar merupakan jurnal nasional akses terbuka (<em>open-access</em>) dan ditelaah sejawat (<em>peer-reviewed</em>) yang didedikasikan untuk diseminasi artikel penelitian bermutu tinggi dan kajian ilmiah dalam bidang pendidikan sekolah dasar. Jurnal ini berfokus pada penelitian empiris dan kajian sistematis yang mengkaji intervensi pembelajaran di sekolah dasar serta dampaknya terhadap praktik pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.</p> <p>Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar diterbitkan empat kali dalam setahun (Maret, Juni, September, dan Desember) oleh Edupedia Publisher, dan pertama kali terbit pada bulan Desember 2022.</p>https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1868Efektivitas Model PjBL Terintegrasi STEM untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD2026-01-11T04:36:14+00:00Khairina Safitrikhairina.safitri8070@grad.unri.ac.idNeni Hermitaneni.hermita@lecturer.unri.ac.idM. Jaya Adi Putrajaya.adiputra@lecturer.unri.ac.id<p>Abad ke-21 menuntut siswa memiliki keterampilan berpikir kritis sebagai bagian dari kompetensi pembelajaran modern dan keterampilan abad 21. Namun, hasil survei PISA menunjukkan bahwa capaian literasi dan numerasi siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata internasional, yang mengindikasikan rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan, pembelajaran masih didominasi metode konvensional dan berpusat pada guru, serta belum memanfaatkan model pembelajaran inovatif yang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam mengeksplorasi dan memecahkan masalah. Akibatnya, kemampuan berpikir kritis siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model <em>Project Based Learning</em> (PjBL) terintegrasi STEM terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe non-equivalent control group design. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kritis, lembar observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model PjBL terintegrasi STEM lebih efektif dibandingkan PjBL tanpa integrasi STEM. Hal ini ditunjukkan oleh nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,431 (kategori sedang), lebih tinggi daripada kelas kontrol sebesar 0,176 (kategori rendah). Selain itu, hasil uji t memperoleh nilai signifikansi 0,002 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model PjBL terintegrasi STEM efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Khairina Safitri, Neni Hermita, M. Jaya Adi Putrahttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1755Pengaruh Media Komik Melalui Model Pembelajaran CIRC Untuk Meningkatkan Minat Baca Dan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran IPAS 2025-11-15T05:06:14+00:00Wida Wahyu Lestari widajofisa1308@gmail.comAri Gunardiarigunardi557@gmail.comAnna Maria Oktavianiannamariaoktaviani222@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), khususnya materi Cahaya di kelas V SDN Serdang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media komik melalui model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap peningkatan minat baca dan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group, melibatkan siswa kelas V yang dibagi menjadi kelas eksperimen dengan penerapan CIRC berbasis komik dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa angket minat baca dan tes hasil belajar, sedangkan data dianalisis melalui uji normalitas, homogenitas, uji t, serta perhitungan gain score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan signifikan baik pada minat baca maupun hasil belajar dibandingkan kelas kontrol, dibuktikan dengan perolehan skor N-Gain yang lebih tinggi serta perbedaan signifikan pada uji statistik. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media komik yang dipadukan dengan model pembelajaran CIRC mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, serta mendorong keterlibatan aktif siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan media komik melalui model CIRC berpengaruh positif terhadap peningkatan minat baca dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS, sehingga dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dan efektif di sekolah dasar.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Wida Wahyu Lestari , Ari Gunardi, Anna Mariahttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1892Kelayakan Dan Kepraktisan Aplikasi Bangka Berbasis Kearifan Lokal Kudus Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca, Merangkai Dan Membentuk Kata Siswa Fase A2026-01-11T04:43:09+00:00Dea Firella Prayitno Putri202433085@std.umk.ac.idNailatul Mukaromah202433048@std.umk.ac.idSabilatun Naja Alfantika202433073@std.umk.ac.idRani Setiawatyrani.setiawaty@umk.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menilai kelayakan dan kepraktisan SI BANGKA (Bangun Kata dengan Kearifan Kota Kudus) sebagai media pembelajaran digital dalam meningkatkan kemampuan membaca, merangkai, dan membentuk kata siswa fase A sekolah dasar. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penilaian kelayakan media dilakukan oleh ahli media dan ahli materi, sedangkan tingkat kepraktisan diperoleh melalui angket respon guru dan siswa sebagai pengguna aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SI BANGKA memenuhi kriteria kelayakan dengan persentase penilaian ahli media sebesar 83,8% dan ahli materi sebesar 91,2%. Selain itu, hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa aplikasi berada pada kategori layak hingga sangat layak, dengan persentase rata-rata 80,55% berdasarkan respon guru dan 80% berdasarkan respon siswa. SI BANGKA dinilai memiliki tampilan yang menarik, mudah dioperasikan, serta sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan kearifan lokal Kota Kudus yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran membaca permulaan, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual, bermakna, serta mendukung penguatan literasi budaya dan karakter siswa.</em></p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dea Firella Prayitno Putri, Nailatul Mukaromah, Sabilatun Naja Alfantika, Rani Setiawatyhttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1903Analisis Faktor Penyebab Terbatasnya Kesiapan Diri Guru dalam Mengajar di Kelas Inklusif 2026-01-15T01:56:31+00:00Ummi Rasyida Syafawanisyafawaniu@gmail.comRasmitadila Rasmitadilarasmitadila@gmail.comSobrul Laelisobrul.laeli@unida.ac.id<p><em>Pendidikan inklusif merupakan wujud nyata dari usaha menciptakan keadilan dan kesetaraan bagi seluruh peserta didik, termasuk peserta didik disabilitas. Meski demikian, pelaksanaannya di tingkat Sekolah Dasar (SD) masih menemui berbagai hambatan, terutama berkaitan dengan kesiapan guru dalam mengelola kelas inklusif. Dimana kesiapan diri guru dalam mengajar di kelas inklusif merupakan aspek penting dalam mewujudkan pendidikan inklusif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan terbatasnya kesiapan diri guru dalam mengajar di kelas inklusif. Penelitian dilakukan dengan pendekatan post-positivisme menggunakan metode kuasi-kualitatif dan desain Simple Research Design (SRD), melalui wawancara serta dokumentasi terhadap guru di SDN Ciawi 03. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyebab terbatasnya kesiapan diri guru dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tanggung jawab mengajar peserta didik regular dan peserta didik disabilitas yang beragam jenisnya secara bersamaan tanpa dukungan serta pendampingan oleh Guru Pendamping Khusus (GPK), kurangnya fasilitas yang mendukung, minimnya peran dan perhatian orang tua, serta interaksi dan komunikasi antara guru dan peserta didik regular dengan peserta didik disabilitas masih belum optimal. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi landasan bagi sekolah dan pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru, menyediakan GPK, serta melengkapi fasilitas ramah disabilitas, sehingga pendidikan inklusif dapat terlaksana secara efektif dan berkeadilan.</em></p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ummi Rasyida Syafawani, Rasmitadila Rasmitadila, Sobrul Laeli