https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/issue/feedJurnal Pengajaran Sekolah Dasar2026-03-25T07:10:06+00:00Teguh Prasetyoteguh@unida.ac.idOpen Journal Systems<p>Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar merupakan jurnal nasional akses terbuka (<em>open-access</em>) dan ditelaah sejawat (<em>peer-reviewed</em>) yang didedikasikan untuk diseminasi artikel penelitian bermutu tinggi dan kajian ilmiah dalam bidang pendidikan sekolah dasar. Jurnal ini berfokus pada penelitian empiris dan kajian sistematis yang mengkaji intervensi pembelajaran di sekolah dasar serta dampaknya terhadap praktik pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.</p> <p>Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar diterbitkan empat kali dalam setahun (Maret, Juni, September, dan Desember) oleh Edupedia Publisher, dan pertama kali terbit pada bulan Desember 2022.</p>https://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1868Efektivitas Model PjBL Terintegrasi STEM untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD2026-01-11T04:36:14+00:00Khairina Safitrikhairina.safitri8070@grad.unri.ac.idNeni Hermitaneni.hermita@lecturer.unri.ac.idM. Jaya Adi Putrajaya.adiputra@lecturer.unri.ac.id<p>Abad ke-21 menuntut siswa memiliki keterampilan berpikir kritis sebagai bagian dari kompetensi pembelajaran modern dan keterampilan abad 21. Namun, hasil survei PISA menunjukkan bahwa capaian literasi dan numerasi siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata internasional, yang mengindikasikan rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan, pembelajaran masih didominasi metode konvensional dan berpusat pada guru, serta belum memanfaatkan model pembelajaran inovatif yang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam mengeksplorasi dan memecahkan masalah. Akibatnya, kemampuan berpikir kritis siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model <em>Project Based Learning</em> (PjBL) terintegrasi STEM terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe non-equivalent control group design. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kritis, lembar observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model PjBL terintegrasi STEM lebih efektif dibandingkan PjBL tanpa integrasi STEM. Hal ini ditunjukkan oleh nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,431 (kategori sedang), lebih tinggi daripada kelas kontrol sebesar 0,176 (kategori rendah). Selain itu, hasil uji t memperoleh nilai signifikansi 0,002 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model PjBL terintegrasi STEM efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Khairina Safitri, Neni Hermita, M. Jaya Adi Putrahttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1755Pengaruh Media Komik Melalui Model Pembelajaran CIRC Untuk Meningkatkan Minat Baca Dan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran IPAS 2025-11-15T05:06:14+00:00Wida Wahyu Lestari widajofisa1308@gmail.comAri Gunardiarigunardi557@gmail.comAnna Maria Oktavianiannamariaoktaviani222@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), khususnya materi Cahaya di kelas V SDN Serdang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media komik melalui model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap peningkatan minat baca dan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group, melibatkan siswa kelas V yang dibagi menjadi kelas eksperimen dengan penerapan CIRC berbasis komik dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa angket minat baca dan tes hasil belajar, sedangkan data dianalisis melalui uji normalitas, homogenitas, uji t, serta perhitungan gain score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan signifikan baik pada minat baca maupun hasil belajar dibandingkan kelas kontrol, dibuktikan dengan perolehan skor N-Gain yang lebih tinggi serta perbedaan signifikan pada uji statistik. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media komik yang dipadukan dengan model pembelajaran CIRC mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, serta mendorong keterlibatan aktif siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan media komik melalui model CIRC berpengaruh positif terhadap peningkatan minat baca dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS, sehingga dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dan efektif di sekolah dasar.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Wida Wahyu Lestari , Ari Gunardi, Anna Mariahttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1892Kelayakan Dan Kepraktisan Aplikasi Bangka Berbasis Kearifan Lokal Kudus Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca, Merangkai Dan Membentuk Kata Siswa Fase A2026-01-11T04:43:09+00:00Dea Firella Prayitno Putri202433085@std.umk.ac.idNailatul Mukaromah202433048@std.umk.ac.idSabilatun Naja Alfantika202433073@std.umk.ac.idRani Setiawatyrani.setiawaty@umk.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menilai kelayakan dan kepraktisan SI BANGKA (Bangun Kata dengan Kearifan Kota Kudus) sebagai media pembelajaran digital dalam meningkatkan kemampuan membaca, merangkai, dan membentuk kata siswa fase A sekolah dasar. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penilaian kelayakan media dilakukan oleh ahli media dan ahli materi, sedangkan tingkat kepraktisan diperoleh melalui angket respon guru dan siswa sebagai pengguna aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SI BANGKA memenuhi kriteria kelayakan dengan persentase penilaian ahli media sebesar 83,8% dan ahli materi sebesar 91,2%. Selain itu, hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa aplikasi berada pada kategori layak hingga sangat layak, dengan persentase rata-rata 80,55% berdasarkan respon guru dan 80% berdasarkan respon siswa. SI BANGKA dinilai memiliki tampilan yang menarik, mudah dioperasikan, serta sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan kearifan lokal Kota Kudus yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran membaca permulaan, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual, bermakna, serta mendukung penguatan literasi budaya dan karakter siswa.</em></p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dea Firella Prayitno Putri, Nailatul Mukaromah, Sabilatun Naja Alfantika, Rani Setiawatyhttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1903Analisis Faktor Penyebab Terbatasnya Kesiapan Diri Guru dalam Mengajar di Kelas Inklusif 2026-01-15T01:56:31+00:00Ummi Rasyida Syafawanisyafawaniu@gmail.comRasmitadila Rasmitadilarasmitadila@gmail.comSobrul Laelisobrul.laeli@unida.ac.id<p><em>Pendidikan inklusif merupakan wujud nyata dari usaha menciptakan keadilan dan kesetaraan bagi seluruh peserta didik, termasuk peserta didik disabilitas. Meski demikian, pelaksanaannya di tingkat Sekolah Dasar (SD) masih menemui berbagai hambatan, terutama berkaitan dengan kesiapan guru dalam mengelola kelas inklusif. Dimana kesiapan diri guru dalam mengajar di kelas inklusif merupakan aspek penting dalam mewujudkan pendidikan inklusif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan terbatasnya kesiapan diri guru dalam mengajar di kelas inklusif. Penelitian dilakukan dengan pendekatan post-positivisme menggunakan metode kuasi-kualitatif dan desain Simple Research Design (SRD), melalui wawancara serta dokumentasi terhadap guru di SDN Ciawi 03. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyebab terbatasnya kesiapan diri guru dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tanggung jawab mengajar peserta didik regular dan peserta didik disabilitas yang beragam jenisnya secara bersamaan tanpa dukungan serta pendampingan oleh Guru Pendamping Khusus (GPK), kurangnya fasilitas yang mendukung, minimnya peran dan perhatian orang tua, serta interaksi dan komunikasi antara guru dan peserta didik regular dengan peserta didik disabilitas masih belum optimal. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi landasan bagi sekolah dan pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru, menyediakan GPK, serta melengkapi fasilitas ramah disabilitas, sehingga pendidikan inklusif dapat terlaksana secara efektif dan berkeadilan.</em></p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ummi Rasyida Syafawani, Rasmitadila Rasmitadila, Sobrul Laelihttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1820Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Sekolah Dasar2026-01-11T04:33:18+00:00Siti Yayah Nurbadriahriayayahbad1205@gmail.comIka Evitasari Arisikaevitasariaris@gmail.comSastra Wijayasastrawijaya0306@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar siswa Sekolah Dasar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain pra-eksperimen One-Group Pretest–Posttest. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas empat di Sekolah Dasar Negeri Binong, dengan sampel sebanyak 13 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pencapaian belajar Ilmu Pengetahuan Sosial yang diberikan sebelum dan sesudah penerapan model CTL. Analisis data mencakup uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas, uji paired t-test, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, dengan nilai signifikansi 0,027 (< 0,05). Rata-rata skor N-Gain sebesar 0,62, yang menunjukkan tingkat efektivitas sedang, yang mengindikasikan bahwa model CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pendekatan CTL memfasilitasi kemampuan siswa untuk mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menarik. Oleh karena itu, model CTL dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar.</em></p>2026-03-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Siti Yayah Nurbadriah, Ika Evitasari Aris, Sastra Wijayahttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1891Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Canva pada Materi Keliling Bangun Datar SD Berdasarkan Teori Bruner2026-01-11T07:32:42+00:00Melda Fitrianimelda.ftrn162@upi.eduFitri Nurhasanahfitrinur.23@upi.eduAzhara Ramadhani Yustianazharayustian16@upi.eduAlfiana Nurussamaalfiana.nurussama@upi.eduTeten Ginanjar Rahayutetenginanjarr@upi.edu<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis platform Canva pada materi keliling bangun datar di sekolah dasar yang berlandaskan teori belajar Bruner. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 24 siswa kelas V sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui instrumen validasi ahli dan angket respons siswa. Analisis data menggunakan pendekatan persentase untuk menilai tingkat kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif yang dikembangkan memperoleh skor validitas sebesar 96,18% dengan kategori sangat valid. Selain itu, hasil angket respons siswa menunjukkan tingkat kepraktisan sebesar 90,89% dengan kategori sangat praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Canva pada materi keliling bangun datar layak dan praktis digunakan sebagai media pendukung dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.</em></p>2026-03-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Melda Fitriani, Fitri Nurhasanah, Azhara Ramadhani Yustian, Alfiana Nurussama, Teten Ginanjar Rahayuhttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1887Pengembangan Media Interaktif Berbasis Canva Berdasarkan Teori Bruner untuk Pembelajaran Bilangan Asli di SD2026-01-11T05:18:03+00:00Aqiila Nur Fitrianiaqiilakjk912@upi.eduDiana Puspita Anggraenidianapuspita09@upi.eduIcha Aprilia Meliani Putriichaapriliaa@upi.eduAlfiana NurussamaAlfiana.Nurussama@upi.eduHafiziani Eka Putrihafizianiekaputri@upi.edu<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media digital interaktif berbasis Canva yang mengintegrasikan Teori Bruner dalam pembelajaran bilangan cacah pada siswa kelas I sekolah dasar, menguji validitas produk melalui penilaian ahli materi dan ahli media, serta memberikan catatan mengenai tingkat kepraktisannya berdasarkan respons siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian melibatkan ahli materi, ahli media, serta 27 siswa kelas I SD Negeri 9 Nagri Kaler. Data penelitian diperoleh melalui lembar validasi ahli dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memperoleh nilai rata-rata validitas sebesar 87,49% yang termasuk dalam kategori sangat valid, sedangkan tingkat kepraktisan berdasarkan respons siswa mencapai rata-rata 78,66% yang termasuk dalam kategori praktis. Media pembelajaran interaktif yang dikembangkan diberi nama MEBILI MEBILI (Mengenal Bilangan Asli), yang dirancang berdasarkan tahapan representasi dalam teori Bruner, yaitu enaktif, ikonik, dan simbolik, serta dilengkapi dengan video pembelajaran, kegiatan ice breaking, dan kuis interaktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memiliki tingkat validitas dan kepraktisan yang baik serta sesuai dengan perkembangan kognitif siswa kelas I sekolah dasar. Oleh karena itu, pengembangan ini berpotensi menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang fungsional dalam pembelajaran bilangan cacah di sekolah dasar.</em></p>2026-03-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Aqiila Nur Fitriani, Diana Puspita Anggraeni, Icha Aprilia Meliani Putri, Alfiana Nurussama, Hafiziani Eka Putrihttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1699Analisis Tingkat Ketekunan Belajar Matematika Siswa Kelas Tinggi Di Sekolah Dasar2026-01-11T04:30:37+00:00Muhammad Awal Nur Awalawalnur10@gmail.comAndika Marsukiandikamarsuki@gmail.comMuhammad Idris Jafaridrispgsd@unm.ac.id<p><em><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Matematika </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sering </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dipandang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sebagai </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">mata </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pelajaran </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sulit </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menimbulkan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kecemasan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">bagi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sebagian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">siswa, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sehingga </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dapat </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">berdampak </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pada </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">hasil </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">belajar. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Penelitian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ini </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">bertujuan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">untuk </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">mengetahui </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">tingkat </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ketekunan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">siswa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sekolah </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dasar </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dalam </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pembelajaran </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">matematika. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Penelitian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ini </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menggunakan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pendekatan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kuantitatif </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dengan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">metode </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">survei </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">deskriptif </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dilaksanakan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pada </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">bulan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Maret </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">2025. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Populasi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">penelitian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">mencakup </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">seluruh </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">siswa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kelas </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">IV, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">V, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">VI </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">di </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">SD </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Negeri </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">23 </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Jeppe’e, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Kabupaten </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Bone, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dengan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">jumlah </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">total </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">60 </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">siswa. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Sampel </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">penelitian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sebanyak </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">30 </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">siswa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dipilih </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menggunakan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">teknik </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">random </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sampling</span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Instrumen </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">digunakan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">berupa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Skala </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Ketekunan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Belajar </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Matematika </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">terdiri </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">atas </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">28 </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">butir </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pernyataan. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Data </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dikumpulkan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">melalui </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">penyebaran </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">skala </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">tersebut </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dianalisis </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menggunakan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">statistik </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">deskriptif. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Hasil </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">penelitian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menunjukkan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">bahwa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">tingkat </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ketekunan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">belajar </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">matematika </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">siswa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">di </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">SD </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Negeri </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">23 </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Jeppe’e, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Kabupaten </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Bone, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">berada </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pada </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kategori </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sedang. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Temuan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ini </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menunjukkan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">bahwa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sebagian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">besar </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">siswa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">memiliki </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ketekunan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">cukup </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">baik </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dalam </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menghadapi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kesulitan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">belajar </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">matematika, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">namun </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">masih </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">terdapat </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kecenderungan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">untuk </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">mudah </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menyerah </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ketika </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menghadapi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">soal </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">matematika </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">lebih </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menantang.</span></em></p>2026-03-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Awal Nur Awal, Andika Marsuki, Muhammad Idris Jafarhttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1886Pengembangan Media Canva Berlandaskan Teori Bruner dan Model Kooperatif Materi Bilangan Cacah 2026-01-11T04:56:48+00:00Dewi Senia Sri Wulandewiseniasriwulan89@upi.eduRizki Sri Maulidinarizkisrimaulidina@upi.eduSyalipah Almunajjahsyalipahal28@upi.eduAlfiana NurussamaAlfiana.Nurussama@upi.edu<p><em><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Penelitian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ini </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menggunakan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">model </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pengembangan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ADDIE </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">untuk </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">mengembangkan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">media </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pembelajaran </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">interaktif </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">berbasis </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Canva </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">mengintegrasikan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">model </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pembelajaran </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kooperatif </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">teori </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">belajar </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Bruner </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pada </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">materi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">bilangan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">cacah </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">di </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sekolah </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dasar. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Instrumen </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">penelitian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">berupa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">lembar </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">validasi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">diisi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">oleh </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ahli </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">materi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ahli </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">desain, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">serta </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">angket </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">respon </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">siswa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dianalisis </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menggunakan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">skala </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Likert. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Hasil </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">validasi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menunjukkan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">bahwa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kedua </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kelompok </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ahli </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menilai </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">media </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pembelajaran </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dalam </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kategori </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">“</span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Sangat </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Layak”</span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dengan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">perolehan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">skor </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">maksimal </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pada </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">aspek </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kualitas </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">konten </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">tampilan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">visual. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Respon </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">siswa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">juga </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menunjukkan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">tanggapan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sangat </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">positif, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menandakan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">bahwa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">media </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">mudah </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">digunakan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">serta </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">mampu </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">meningkatkan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">keterlibatan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">siswa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dalam </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">proses </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pembelajaran. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Secara </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">keseluruhan, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">media </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pembelajaran </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dikembangkan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">membantu </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">siswa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">memahami </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">konsep </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">matematika </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">bersifat </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">abstrak </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">melalui </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">tahapan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">representasi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dalam </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">teori </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Bruner </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">serta </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">mendorong </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">interaksi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">belajar </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">aktif </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dalam </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">lingkungan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pembelajaran </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kooperatif </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">di </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sekolah </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dasar.</span></em></p>2026-03-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dewi Senia Sri Wulan, Rizki Sri Maulidina, Syalipah Almunajjah, Alfiana Nurussamahttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1874Implementasi Materi PBB dalam Sikap Disiplin dan Kerja Sama Peserta Didik di MI Ma’arif Kumpulrejo 02 Salatiga2026-01-11T04:36:49+00:00Saniatu Zakiyahsaniazakiah21983@gmail.comIndriyani Fimbay1311indry@gmail.comFaridha Widiya Septianawidiyaseptiana30@gmail.comGhaida Zukhruf Tsaniatsnainighaidazukhruf@uinsalatiga.ac.id<p><!--StartFragment--></p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"><em><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Penelitian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ini </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menganalisis </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">secara </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">empiris </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">bagaimana </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">materi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Peraturan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Baris </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Berbaris (</span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">PBB) </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dalam </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kegiatan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ekstrakurikuler </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Pramuka </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">berkontribusi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">terhadap </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pembentukan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">disiplin, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kerja </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sama, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">keterampilan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">motorik </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">siswa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kelas </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">VI </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">di </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">MI </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Ma’arif </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Kumpulrejo </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">02 </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Salatiga. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Sekolah </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">memerlukan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kegiatan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pembinaan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">karakter </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">tidak </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">hanya </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menekankan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">aspek </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kognitif, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">tetapi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">juga </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">membentuk </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">perilaku </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sosial </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">moral </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">siswa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">melalui </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">aktivitas </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">nyata </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pembiasaan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">berkelanjutan. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Penelitian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ini </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">juga </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">mengkaji </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">masih </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ditemukannya </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">perilaku </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kurang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">disiplin, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">lemahnya </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">koordinasi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kelompok, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">serta </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">belum </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">optimalnya </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">penguatan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">nilai </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">karakter </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dalam </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kegiatan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ekstrakurikuler </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">di </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sekolah </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dasar. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Penelitian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menggunakan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pendekatan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kuantitatif </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">deskriptif </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dengan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">melibatkan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">24 </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">siswa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sebagai </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">subjek </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">penelitian. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Data </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dikumpulkan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">melalui </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">observasi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">terstruktur </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menggunakan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">rubrik </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">penilaian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">berskala </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">1–</span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">5 </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">mencakup </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">indikator </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">disiplin, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kerja </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sama, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">performa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">gerakan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">PBB, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">serta </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dilakukan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">secara </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sistematis </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">selama </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">beberapa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pertemuan. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Data </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kemudian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dianalisis </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menggunakan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">perhitungan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">persentase </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">untuk </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">mengetahui </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">tingkat </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">capaian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pada </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">setiap </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">indikator. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Hasil </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">penelitian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menunjukkan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">rata-</span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">rata </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">capaian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sebesar </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">82% </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dengan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kategori </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">baik. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Disiplin </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">terlihat </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dari </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ketepatan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">waktu, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kepatuhan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">terhadap </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">instruksi, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kesiapan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">siswa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">mengikuti </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kegiatan. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Kerja </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sama </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">tercermin </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dari </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kekompakan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kelompok, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kemampuan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menjaga </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">formasi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">barisan, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">serta </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">koordinasi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">antarsiswa. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Sebagian </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">besar </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">siswa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">juga </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">mampu </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">melakukan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">gerakan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dasar </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">PBB </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">secara </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">cukup </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">konsisten </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sesuai </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">arahan. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Temuan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">ini </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">menunjukkan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">bahwa </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">PBB </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">merupakan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">strategi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">efektif </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dalam </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pembinaan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">karakter </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">melalui </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">aktivitas </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">fisik </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">yang </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">terstruktur. </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">Selain </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">itu, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">PBB </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">memiliki </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">relevansi </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">strategis </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dalam </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">mendukung </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pendidikan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">karakter </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">di </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">sekolah </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dasar </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">melalui </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pembiasaan, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pengalaman </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">langsung, </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">serta </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">keteladanan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">pembina </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">dalam </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">setiap </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">kegiatan </span><span class="BZ_Pyq_fadeIn">latihan.</span></em></p> <p><!--EndFragment--></p>2026-03-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Saniatu Zakiyah, Indriyani Fimbay, Faridha Widiya Septiana, Ghaida Zukhruf Tsaniatsnainihttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1988Pengembangan Website Beta “Bentang Alam” Berbasis S.Id Untuk Pembelajaran IPAS Kelas IV Sekolah Dasar2026-03-16T14:45:13+00:00Yulia Santikayulia.santika1@upi.eduVidi Aisyah Fathonahvidi.aisyah6@upi.eduTrisni Karo Ulina br Gintingtrisniginting8@upi.eduNoviasari Dewinoviasd@upi.eduDani Anggara Mulatua Manaludani.manalu@upi.eduRana Gustian Nugraharanaagustian@upi.edu<p>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar menuntut penyajian materi yang konkret, visual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa agar konsep yang dipelajari dapat dipahami secara optimal. Namun, dalam praktiknya pembelajaran IPAS masih sering disampaikan secara konvensional sehingga kurang memberikan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif bagi siswa. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang mampu mendukung penyajian materi secara lebih menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa website BETA (Bentang Alam) berbasis platform <a href="http://s.id/">S.id</a> yang digunakan pada pembelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar. Website ini dirancang untuk menyajikan materi Bentang Alam dan Kaitannya dengan Profesi di Masyarakat secara terstruktur melalui berbagai fitur pembelajaran seperti materi visual, permainan edukatif, lagu tematik, serta evaluasi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Pengembangan media dilakukan menggunakan pendekatan penelitian pengembangan dengan tahapan yang sistematis. Penelitian dilaksanakan pada 26 November 2025 di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Sumedang dengan melibatkan siswa kelas IV sebagai pengguna media. Kelayakan website dinilai melalui proses validasi oleh ahli media dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website BETA memperoleh kategori sangat baik dan mampu membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPAS. Dengan demikian, website BETA dinilai layak dan efektif digunakan sebagai media pendukung pembelajaran IPAS di sekolah dasar.</p>2026-03-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yulia Santika , Vidi Aisyah Fathonah, Trisni Karo Ulina br Ginting, Noviasari Dewi, Dani Anggara Mulatua Manalu, Rana Gustian Nugrahahttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1549Permainan Tradisional Sebagai Sarana Pengembangan Berpikir Kreatif Pada Anak Usia Sekolah Dasar2026-01-11T04:28:40+00:00Shindi Aulilla Prabawandari230210204098@mail.unej.ac.idLukiya Wanda Rismasinggiharis.fkip@unej.ac.idPutri Nurul Islami230210204104@mail.unej.ac.idAris Singgih Budiarsosinggiharis.fkip@unej.ac.idMuhammad Sulthon Masyhudmsulthon.fkip@unej.ac.idNaomi Dias Laksita Dewinaomidias.fkip@unej.ac.id<p><em>Pengembangan kemampuan berpikir kreatif pada siswa sekolah dasar merupakan aspek penting dalam pendidikan abad ke-21, namun praktik pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berorientasi pada penyampaian materi secara prosedural sehingga ruang eksplorasi ide dan pengembangan alternatif solusi belum optimal. Kondisi ini membatasi kesempatan siswa untuk mengembangkan fleksibilitas berpikir, kebaruan gagasan, serta kemampuan menemukan berbagai kemungkinan dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis secara sistematis hasil-hasil penelitian terkini mengenai kontribusi permainan tradisional terhadap pengembangan berpikir kreatif pada siswa sekolah dasar serta merumuskan kerangka konseptual yang menjelaskan hubungan antara karakteristik permainan tradisional dan dimensi berpikir kreatif. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis publikasi ilmiah pada rentang tahun 2020–2025 yang diperoleh dari basis data Google Scholar, DOAJ, dan Garuda. Proses penelitian dilakukan melalui tahapan identifikasi masalah, penelusuran literatur, seleksi sumber berdasarkan kriteria inklusi, pengelompokan tematik, serta sintesis konseptual. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui proses reduksi data, kategorisasi tematik, komparasi antar penelitian, dan penarikan sintesis teoritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan tradisional memiliki kontribusi signifikan terhadap pengembangan berpikir kreatif siswa melalui karakteristik aktivitas yang melibatkan fleksibilitas aturan, improvisasi strategi, interaksi kolaboratif, dan adaptasi situasional. Karakteristik tersebut berkorelasi dengan indikator berpikir kreatif yang meliputi kelancaran ide, fleksibilitas berpikir, kebaruan gagasan, dan elaborasi. Selain itu, permainan tradisional juga memperkuat dimensi afektif seperti keberanian mencoba, ketahanan menghadapi kegagalan, dan motivasi eksploratif. Penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual yang menjelaskan mekanisme pedagogis permainan tradisional sebagai strategi pembelajaran untuk menstimulasi perkembangan berpikir kreatif secara sistematis pada siswa sekolah dasar</em>.</p>2026-03-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Lukiya Wanda Risma, Shindi Aulilla Prabawandari, Putri Nurul Islami, Aris Singgih Budiarso, Muhammad Sulthon Masyhudhttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1878Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi Pahlawan Indonesia menggunakan Model Eksplorasi Bersama Berbantu Media Museum Virtual pada Siswa Kelas 5 SDN Citraresmi2026-01-11T04:38:01+00:00Cicha Wulan Saricicha1586@gmail.comFahira Azzahrafahira.1@upi.eduNuzha Virantinuzhaviranti.1@upi.eduNagita Carolinanagitacarolina@upi.eduAndrila Purnamasari Sugandiandrilaps@upi.eduRana Gustian Nugraharanaagustian@upi.edu<p><em>Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi Pahlawan Indonesia pada siswa kelas 5 SDN Citraresmi melalui penerapan model eksplorasi bersama yang didukung oleh media museum virtual berbasis Heyzine. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus dengan 23 siswa sebagai partisipan. Sebelum tindakan, persentase ketuntasan klasikal siswa hanya mencapai 60,86% dengan nilai rata-rata 74,34, yang mengindikasikan adanya learning gap. Pada Siklus I, meskipun motivasi siswa meningkat, terdapat kendala akses perangkat dan kurangnya panduan sistematis, yang menyebabkan hasil belajar malah menurun dengan ketuntasan klasikal 37,4% dan nilai rata-rata 70. Setelah dilakukan perbaikan pada Siklus II, yaitu penyediaan akses perangkat yang memadai untuk setiap kelompok dan panduan eksplorasi yang terstruktur, hasil belajar meningkat. Siklus II berhasil mencapai ketuntasan klasikal 82,6% dengan nilai rata-rata 85,21, yang memenuhi standar keberhasilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi model eksplorasi bersama dan museum virtual berbasis Heyzine efektif tidak hanya dalam meningkatkan capaian kognitif, tetapi juga dalam mengembangkan aspek afektif seperti tanggung jawab, kerja sama, dan komunikasi siswa.</em></p>2026-03-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Cicha Wulan Sari, Fahira Azzahra, Nuzha Viranti, Nagita Carolina, Andrila Purnamasari Sugandi, Rana Gustian Nugrahahttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1989Pengaruh Intensitas Penggunaan TikTok terhadap Literasi Kritis Siswa Sekolah Dasar dalam Membedakan Fakta dan Opini2026-03-25T07:10:06+00:00Amelia Royaniameliaroyani957@gmail.comTeguh Prasetyoteguh@unida.ac.idAnne Effaneanne.effane83@gmail.com<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi kritis siswa sekolah dasar dalam menghadapi arus informasi digital yang semakin cepat, khususnya melalui media sosial TikTok. Siswa perlu memiliki kemampuan membedakan fakta dan opini sejak dini agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan TikTok terhadap kemampuan literasi kritis siswa dalam membedakan fakta dan opini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional melalui analisis regresi linear sederhana pada 81 siswa kelas V di SDN Banjarwaru 01, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan literasi kritis siswa dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Hubungan kedua variabel berada pada kategori sedang dengan koefisien korelasi sebesar 0,458. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,210 menunjukkan bahwa intensitas penggunaan TikTok memberikan kontribusi sebesar 21% terhadap kemampuan literasi kritis siswa, sedangkan 79% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, penggunaan TikTok berpotensi mendukung pengembangan literasi kritis siswa dalam membedakan fakta dan opini apabila dimanfaatkan secara tepat dan terarah dalam pembelajaran.</em></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Amelia Royani, Teguh Prasetyo, Anne Effanehttps://journals.eduped.org/index.php/jpsd/article/view/1880Peningkatan Hasil Belajar IPAS melalui Flipbook Ancient Treasures Unlocked di SD Kelas IV 2026-01-11T05:21:21+00:00Mega Raisya Octauraraisyamega26@gmail.comDhea Al Djumariahdhea.aldjumariah@upi.eduDiah Wulandaridiahwulandari24@upi.eduNasywa Hanifahnasywaa.hnfh@upi.eduSri Rahayukusriirhyu20@upi.edu<p><em>Pembelajaran IPAS pada materi peninggalan sejarah di sekolah dasar masih menghadapi kendala berupa keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan interaktif yang berdampak pada hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui penggunaan media flipbook digital “Ancient Treasures Unlocked”. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam 4 tahap: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 19 siswa kelas IV di SDN Sindangraja. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan belajar siswa sebesar 53%. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi media flipbook interaktif dan model PjBL tidak hanya meningkatkan hasil belajar saja, namun juga terbukti mendorong keterlibatan aktif serta pemahaman siswa di dalam pembelajaran. Dengan demikian, media flipbook digital interaktif “Ancient Treasures Unlocked” yang diintegrasikan dengan PjBL direkomendasikan sebagai alternatif media pembelajaran IPAS yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. </em></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mega Raisya Octaura, Dhea Al Djumariah, Diah Wulandari, Nasywa Hanifah, Sri Rahayu