Pembelajaran Inklusif bagi Siswa tunawicara: Analisis Strategi dan Penilaian di Sekolah Dasar
Main Article Content
Abstract
Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memberikan kesempatan belajar bagi setiap anak dalam mengembangkan potensinya, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Salah satu di antaranya adalah siswa tunawicara yang memiliki keterbatasan dalam kemampuan berbicara dan berkomunikasi secara verbal. Meskipun demikian, keterbatasan tersebut tidak menghilangkan hak mereka dalam mendapatkan pendidikan yang layak. Karena hak mereka telah diatur dalam kebijakan pemerintah mengenai pendidikan inklusif. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sekitar 64% siswa berkebutuhan khusus belum mendapatkan layanan pendidikan secara optimal, sehingga diperlukan perhatian lebih dalam implementasinya. Berdasarkan situasi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi startegi pembelajaran dan praktik penilaian dalam pembelajaran inklusif bagi siswa tunawicara di kelas I SDN Cijedil. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus guna meenggali pemahaman secara mendalam. Partisipasi dalam penelitian ini melibatkan seorang guru kelas I dengan perhatian khusus pada satu siswa tunawicara. Wawancara, observasi, dan dokumentasi dilakukan untuk pengumpulan data. Sementara itu, analisis data mengikuti tahapan yang dikemukakan Milles et al. (2020). Hasil temuan penelitian menunjukkan sekolah reguler masih menghadapi berbagai tantangan dalam pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus, khususnya siswa tunawicara dengan keterbatasan berbicara. Tantangan ini meliputi kurangnya dukungan khusus khusus dalam menerapkan pembelajaran inklusif serta keterbatasan sarana dan prasarana.Terlepas dari keterbatasan ini, guru menunjukkan upaya yang cukup besar dalam menciptakan lingkungan pembelajaran inklusif. Hal ini tercemin dalam adaptasi strategi pengajaran, seperti penggunaan media visual dan komunikasi nonverbal untuk mendukung pemahaman siswa. Selain itu, penilaian dilakukan secara fleksibel dan adil dengan mempertimbangkan penilaian akademik dan non-akademik.
Article Details
References
Aldes Hidayattullah, A., Purnamacahyani, A., Sormin, F., Krisnanda, D., Wistira, W., & Apriani, A. (2025). Kurikulum Pai Inklusif Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Umum. Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan, 4(2), 309-317.
Aliyyah, R. R., Humaira, M. A., Ulfah, S. W., & Ichsan, M. (2020). Guru berprestasi: Penguatan pendidikan di era revolusi industri 4.0. Jurnal Sosial Humaniora, 11(1), 59–64. https://ojs.unida.ac.id/JSH/article/view/2517
Aliyyah, R. R., & Marlina, M. (2025). Penerapan kedisiplinan strategi guru dalam mengelola peserta didik. 16(1), 34–51. https://doi.org/10.30997/jsh.v16i1.12299
Aliyyah, R. R., Rahmatillah, F., & Gani, R. A. (2024). Penggunaan Media Gambar Seri Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerita Dongeng. 10(2), 97–106.
Alpiyah, Silvia Melani Putri, Rifa Handayani, Novi Saputri, P. R. (2025). Upaya Pemenuhan Hak Pendidikan bagi Anak Tunawicara di Tengah Hambatan Lingkungan dan Sosial. 11, 404–424.
Ardiansyah, Fitri Sagita Mawaddah, J. (2023). Assesmen dalam Kurikulum Merdeka Belajar. 3(1), 8–13.
Azzahra, I. F., Rizky, M., & Rahmadhani, R. (2025). Jurnal Pendidikan Indonesia : Kurikulum Merdeka : Telaah Potensi dan Tantangan Implementatif dalam Mewujudkan Pendidikan Fleksibel di Indonesia. 5(3). https://doi.org/10.59818/jpi.v5i3.1530
Erica Utami, N. K. R. D. (2024). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Pada Anak Tunawicara. 3(1), 1–16.
Fadillah, N. R., Annisa, N., Hikmah, N., & Julaiha, A. N. (n.d.). Asesmen Berdiferensiasi : Mengatasi Hambatan dalam Mewujudkan Pembelajaran Inklusif untuk Anak Usia Dini di RA Al-Huda. 2024, 5(1), 28–37. https://doi.org/10.30872/ecj.v5i1.4565
Fidhia Andani, Allysyah Putri Windhana, Yespa Gustia Putri, W. M., & Usiwardani, C. H. (2023). Strategi shadow teacher dalam proses pembelajaran pada anak berkebutuhan khusus (tunawicara) di sekolah alam mahira kota bengkulu. 246–255.
Fitri, L. N., & Abduh, M. (2024). Strategi Inovatif Guru dalam Membantu Anak Tuna Wicara Belajar dan Berkomunikasi di Sekolah Dasar. 13(3), 3847–3860.
Ignatius Septo Pramesworo, Muhammad Ni’amul Hanif, Y. H. (2025). Efektivitas Pendekatan Pembelajaran Inklusif dalam Pendidikan Umum : Tinjauan Literatur Terbaru. 11, 1–12.
Kasman. (2020). Pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. 8(2), 514–519.
Maulana, S., Ajijah, N., Prasetyo, T., & Kurniawan, I. (2013). Persepsi Guru Tentang Implementasi Kurikulum Merdeka ( P5 ) di Sekolah Dasar. 3(2), 204–213.
Milasari, D. (2024). Pemerataan Pendidikan di Indonesia Melalui Pendidikan Inklusif. UNESA. https://puid.unesa.ac.id/post/pemerataan-pendidikan-di-indonesia-melalui-pendidikan-inklusif#:~:text=Beberapa faktor penyebabnya adalah kemiskinan,mengatasi anak yang memiliki keterbatasan
Mohammad, E. (2018). The Implementation of Inclusive Education in Indonesia for Children with Special Needs: Expectation and Reality. Journal of ICSAR, 2(1), 142–147.
Naning Juniarti, Adriani Rahma Pudyaningtyas, N. K. D. (2023). Pembelajaran Anak Tuna Rungu dengan Metode Komunikasi Visual. 5(1), 55–64.
Ni Kuh kadek Mega Utami, Siti Nur’Aini, S. (2025). Teachers ’ perspectives on the use of microlearning TikTok in assessing students ’ speaking skill within Merdeka curriculum : An exploratory study. 10, 86–102.
Nur Amalia, Rafli Pasila Nasmu, F. F. A. (2025). Analisis Hubungan Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Strategi Keterampilan Non-Verbal terhadap ABK Tunawicara. 07(2), 276–287.
Nurul Fauziah, S. B. (2025). Pembelajaran IPS Inklusif untuk Anak Berkebutuhan Khusus : 9, 41877–41886.
Nuryadi, A. A., Sania, N. F., Najmun, A., Rokhim, N., Fitammami, V., Nur, D., Jannah, H., Sari, F. M., Mahardika, G., & Putra, C. (n.d.). Studi Interaksi Sosial Siswa Reguler terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus di SDN Purwoyoso 04. 324–336.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI (Permendiknas) No. 70 Tahun 2009. (2009). https://share.google/MZ7zJdlAyrNXeYxfr
Rahma Yuni, Ramayulis Rahman, Ratna Juita, A. (2025). Penerapan Asesmen Formatif Dan Sumatif Dalam Kurikulum Merdeka. 11.
Ramli, R., Juhariati, J., Karmila, K., & Aisyah, N. (2026). Strategi Pembelajaran Inklusif Berbasis Kebutuhan Peserta Didik dalam Konteks Pendidikan Abad ke-21. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi, 1(6), 66-77.
Sabrina Febriani Sujiono, Nadya Riski Agustina, Aprilia Indah Nurjannah, R. A. P. (2023). Memahami Hambatan Pendengaran Dan Berbicara Serta Model Pembelajaran Pada Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Manisrejo Madiun. 2(2), 102–106. http://prosiding.unipma.ac.id/index.php/SENASSDRA
Shakilla Azzahra, H. T. A. (2025). DIDAKTIK GLOBAL Peran Kompetensi Guru dalam Menjamin Keberhasilan Pendidikan.
Shofwatul Umami, K. F. A. (2023). Komunikasi Nonverbal Dalam Menanamkan Pendidikan Agama Islam Kepada Anak Tunawicara Di Slbn Jenangan. 03(01), 10–21.
Sowiyah. (2019). Pendidikan Inklusif Konsep & Implementasi. Graha ilmu.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. https://anyflip.com/xobw/rfpq
Syafawani, U. R., & Laeli, S. (2026). Analisis Faktor Penyebab Terbatasnya Kesiapan Diri Guru dalam Mengajar di Kelas Inklusif Analysis of Factors Causing Limited Teacher Readiness in Teaching in Inclusive Classrooms. 39–51. https://doi.org/10.56855/jpsd.v5i1.1903
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003. (2003). https://share.google/PoT1cX0wly4tVQxYL
Purnama, V. M., Syriani, M. N., & Talok, D. (2025). Evaluasi peran guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka pada sekolah inklusif berbasis teknologi: Tinjauan literatur atas kompetensi digital, tantangan praktis, dan strategi adaptif. Jurnal Pertumbuhan dan Dinamika Ekonomi, 9(3).
Victory, B. L. V. (2024). Kompetensi Guru Sekolah Dasar. Deepublish Digital.
Wulandari, P. Z., Putra, H. N., Rohimah, U., & Marhadi, H. (2024). Penilaian Hasil Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Praktik Pendidikan Inklusif. 2(3).
Yin, R. K. (2023). Studi Kasus Desain dan Metode Robert K. Yin, (Iswandi et al, Terjemahan). Penerbit Adab.
Zaravina, P. (2024). 17,85% Penyandang Disabilitas di Indonesia Tidak Pernah Sekolah, Apa yang Salah? Goodstats. https://data.goodstats.id/statistic/1785-penyandang-disabilitas-di-indonesia-tidak-pernah-sekolah-apa-yang-salah-P7JYL#goog_rewarded